RadarBuleleng.id – Gelombang cuaca panas ekstrem yang melanda Eropa membawa berkah tersendiri bagi pariwisata Bali.
Banyak warga Prancis memilih melarikan diri dari cuaca ekstrem di negaranya untuk menikmati liburan musim panas di Pulau Dewata.
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali, Wayan Sumarajaya, menyebut ada lonjakan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Prancis, terutama sepanjang Juli hingga Agustus.
”Ada peningkatan yang cukup terasa. Pemicunya yang bisa kita lihat karena bertepatan dengan masa libur musim panas di Eropa, termasuk Prancis. Ditambah kondisi cuaca ekstrem di sana, membuat warganya memilih berlibur ke luar negeri. Tentu lonjakan ini sangat kita syukuri,” ujar Sumarajaya saat dikonfirmasi.
Sumarajaya mengungkapkan, di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika keamanan global, tren kunjungan turis asing ke Bali secara umum terbilang sangat stabil.
Angka kunjungan bahkan mencatatkan kenaikan tipis jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.
Hingga akhir September 2026, akumulasi kunjungan wisman ke Bali sudah menembus angka 5,2 juta orang.
Pemprov Bali optimistis angka tersebut bakal melampaui target 7 juta wisman pada penghujung tahun.
Meski kunjungan turis Prancis melonjak drastis, tiga besar wisman terbanyak di Bali sepanjang tahun ini masih didominasi oleh Australia, Tiongkok, dan India.
Mengenai destinasi favorit, Sumarajaya menjelaskan bahwa turis asal Eropa pada umumnya sangat menggemari perpaduan panorama alam dan kebudayaan lokal yang disajikan secara autentik. Pilihan lokasi wisata mereka pun tersebar cukup merata di berbagai daerah.
”Pusat kebudayaan kita kan berada di area yang alamnya sangat indah. Kawasan Kuta, Seminyak, hingga Ubud tetap ramai dikunjungi. Jadi persebaran turis Eropa ini cukup merata di seluruh wilayah Bali,” pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali