SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Anak Agung Gde Agung membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada mahasiswa di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).
Gde Agung yang merupakan anggota Komite III DPD RI tersebut, menegaskan tidak memiliki tendensi politik dalam penyerahan beasiswa KIP Kuliah itu.
Senator asal Bali itu, menegaskan tidak mencalonkan diri lagi sebagai anggota DPD RI pada Pemilu 2024, sehingga tidak punya kepentingan politik.
Penyerahan beasiswa KIP itu dilakukan di Ruangan Ganesha 3, Rektor Undiksha, Senin (29/1/2024). Dalam penyerahan beasiswa itu, Gde Agung didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswa Undiksha, Prof.I Ketut Sudiana.
Tercatat ada 15 orang mahasiswa Undiksha yang menerima beasiswa KIP Kuliah. Beasiswa itu diterima lewat jalur KIP Kuliah usulan masyarakat.
Gde Agung mengungkapkan KIP Kuliah itu sangat membantu mahasiswa. Dana tersebut dapat digunakan untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), bahkan dapat digunakan membayar biaya kost.
Ia berpesan kepada mahasiswa penerima KIP kuliah untuk menerima beasiswa itu dengan penuh rasa bangga.
“Tidak semua mahasiswa bisa mendapatkan KIP kuliah. Saya harap dana ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan kuliah,” kata pria yang juga Penglingsir Puri Mengwi itu.
Dia juga mengingatkan kepada para mahasiswa, bahwa dana beasiswa itu berasal dari pajak masyarakat. Sehingga mereka harus menggunakan dana kuliah tersebut dengan bijak.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Undiksha, Prof. I Ketut Sudiana mengatakan, KIP Kuliah merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah untuk memperluas akses pendidikan tinggi.
Bantuan beasiswa itu dapat dinikmati para mahasiswa yang memiliki prestasi baik, namun terkendala biaya.
Dia juga berharap mahasiswa Undiksha yang menerima KIP kuliah dapat memanfaatkan dana bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya. Sehingga dapat memberi manfaat bagi diri sendiri dan keluarga.
“Kami meyakini perbaikan bangsa dilakukan lewat pendidikan. Dengan pendidikan yang baik, maka kualitas hidup masyarakat akan meningkat yang ujungnya bsia memperluas akses ekonomi,” demikian Sudiana. (***)
Editor : Eka Prasetya