Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Rektor Undiksha Kenalkan Konsep Tri Hita Karana di Asia 

Eka Prasetya • Jumat, 9 Februari 2024 | 02:12 WIB

 

TRI HITA KARANA: Rektor Undiksha Prof. I Wayan Lasmawan saat memberikan kuliah umum tentang tri hita karana.
TRI HITA KARANA: Rektor Undiksha Prof. I Wayan Lasmawan saat memberikan kuliah umum tentang tri hita karana.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Prof. I Wayan Lasmawan, mengenalkan konsep Tri Hita Karana kepada  para akademisi di Asia.

Konsep itu dikenalkan Prof. Lasmawan dalam sebuah kuliah umum yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Undiksha.

Forum itu melibatkan para mahasiswa akademisi perguruan tinggi di wilayah Asia.

Lasmawan mengenalkan konsep Tri Hita Karana dalam sebuah kuliah umum yang diselenggarakan FHIS Undiksha dan Eurasia Foundation.

Dalam forum tersebut, Lasmawan membawakan materi dengan tema Kearifan Lokal Tri Hita Karana untuk Mewujudkan Generasi Unggul di Asia.

Lasmawan mengatakan, untuk menjadi generasi unggul bukan sebatas dibuktikan menjadi yang paling hebat dalam suatu atau antara kelompok.

Makna generasi unggul justru lebih dalam. Yakni bagaimana seseorang mampu menjadi trend setter atau contoh bagi orang lain.

Menurutnya konsep Tri Hita Karana bisa diimplementasikan secara sederhana. Yakni memiliki sikap yang baik dalam menjalin hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan sesama, dan hubungan dengan lingkungan.

Apabila hal itu bisa diimplementasikan dengan baik, maka ia optimistis akan terwujud generasi unggul di Asia. Mengingat Tri Hita Karana merupakan filosofi yang sangat universal.

Sementara itu Ketua Panitia Kegiatan, Prof. Luh Putu Sendratari mengungkapkan, kuliah umum tersebut mengusung tema “Etnosains dan Kearifan Lokal dan Kearifan Lokal di Asia”.

Tema tersebut mengusung ide kearifan-kearifan lokal yang ada di penjuru Asia dapat saling dikenalkan.

Menurutnya melalui kuliah umum itu diharapkan dosen dan mahasiswa dapat memperluas cakrawala keilmuannya berdasarkan eksistensi keberadaan dari sains-sains lokal dari kawasan asia dan kearifan lokal yang sudah tertanam dalam sistem sosiokultural di masyarakat Asia.

Selain itu dosen dan mahasiswa – khususnya di Undiksha – diajak untuk menumbuhkan suatu kesadaran bahwa betapa pentingnya penanaman nilai karakter berbasiskan pada etnosains dan kearifan lokal.

Rencananya kuliah umum tersebut akan berlangsung secara kontinu hingga Juni 2024 mendatang. Tercatat ada 16 orang akademisi dari penjuru Asia yang akan berbagi pengetahuan pada kuliah umum tersebut. (*) 

 

Editor : Eka Prasetya
#rektor undiksha #Tri Hita Karana #undiksha #asia #Singaraja