Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sikapi Perubahan Iklim, SMPN 7 Singaraja Bentuk Ekstrakurikuler Lingkungan Hidup

Francelino Junior • Kamis, 29 Februari 2024 | 01:21 WIB

 

LINGKUNGAN HIDUP: Sebagai bentuk peduli lingkungan sejak dini, SMPN 7 Singaraja bentuk ekstrakurikuler lingkungan hidup.
LINGKUNGAN HIDUP: Sebagai bentuk peduli lingkungan sejak dini, SMPN 7 Singaraja bentuk ekstrakurikuler lingkungan hidup.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ada hal unik yang dilakukan SMPN 7 Singaraja, di Kecamatan Buleleng.

Lembaga pendidikan tersebut mengajak siswa lebih peduli pada perubahan iklim dan kondisi lingkungan di sekitarnya.

Sebagai terobosan, sekolah tersebut membentuk ekstrakurikuler lingkungan hidup bagi seluruh siswanya.

Kepala SMPN 7 Singaraja, Ni Ketut Santi Heppy mengatakan, siswa-siswanya dilatih lebih peduli pada lingkungan, khususnya di sekolah.

Hal sederhana yang dilakukan ialah menekankan kesadaran memilah hingga mengolah sampah daur ulang, menjadi benda yang lebih bernilai.

"Anak-anak kami berikan pemahaman untuk memilah sampahnya. Ekstrakurikuler ini dilaksanakan setiap minggu, tapi prakteknya dilakukan setiap hari," jelasnya.

Menurutnya kegiatan ekstrakurikuler lingkungan hidup sengaja dibentuk di sekolahnya. 

Pihak sekolah merasa gelisah dengan banyaknya sampah khususnya sampah plastik yang menumpuk di lingkungan sekitar. 

Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan masih rendah, apalagi kesadaran memilah sampah.

Lewat ekstrakurikuler tersebut, ia berharap dapat memberikan pemahaman sejak dini kepada para siswa SMPN 7 Singaraja. 

Harapannya siswa dapat mengelola sampah dengan baik menuju lingkungan hidup yang sehat.

Dalam praktiknya, siswa di sekolah setempat diajak langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala. Mereka diajak memahami alur pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. 

Hal itu sejalan dengan penerapan Kurikulum Merdeka melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). 

"Semuanya akan memahami cara menjaga lingkungan hidup yang baik, bahkan ilmunya nanti bisa dibawa pulang ke rumah," sambungnya.

Untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler berjalan secara berkelanjutan, pihaknya menyediakan tempat sampah sesuai jenis sampah. 

Yakni tempat sampah organik dan anorganik. Tempat sampah itu diletakkan di tiap ruang kelas dan titik strategis sekolah.

Para siswa yang menjadi anggota ekstrakurikuler lingkungan hidup diberikan kewenangan oleh sekolah, untuk mengawasi proses pemilahan sampah di masing-masing kelas.

Untuk sampah anorganik yang telah terkumpul, dimanfaatkan menjadi beberapa jenis benda bernilai. 

Seperti ecobrick, taplak meja, dan hiasan ruangan Sedangkan sampah organik diolah menjadi eco enzyme. (*)

 

Editor : Eka Prasetya
#SMPN 7 Singaraja #lingkungan #lingkungan hidup #pendidikan #perubahan iklim #sekolah #buleleng