Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Literasi dan Numerasi Masih Jadi Pekerjaan Rumah Bagi Buleleng. Begini Strategi Disdikpora 

Eka Prasetya • Rabu, 3 April 2024 | 00:18 WIB

 

BAHAS PROGRAM: Suasana Rapat Koordinasi Pendidikan (Rakordik) di Gedung Kesenian Gde Manik, pada Selasa (2/4/2024).
BAHAS PROGRAM: Suasana Rapat Koordinasi Pendidikan (Rakordik) di Gedung Kesenian Gde Manik, pada Selasa (2/4/2024).

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Angka literasi dan numerasi masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kabupaten Buleleng.

Angka literasi dan numerasi, akan berdampak signifikan terhadap proses pembelajaran di sekolah-sekolah.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng pun menyiapkan strategi khusus menghadapi masalah tersebut.

Masalah literasi dan numerasi itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Pendidikan (Rakordik) yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, pada Selasa (2/4/2024).

Mengacu data yang diunggah pada portal Satu Data Buleleng, angka literasi dan numerasi di Buleleng sebenarnya mengalami tren peningkatan.

Angka literasi misalnya, pada tahun 2022 lalu hanya 59,35 persen. Kemudian naik menjadi 70,52 persen pada tahun 2023.

Sementara angka numerasi pada tahun 2022 hanya 37,95 persen, kini sudah naik menjadi 46,21 persen.

Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika mengaku kedua hal tersebut sangat berpengaruh pada sektor pendidikan. Selain literasi dan numerasi, sikap juga sangat menentukan kualitas pendidikan.

Menurut Astika, pihaknya telah menyusun strategi agar angka literasi dan numerasi di tingkat sekolah bisa mengalami peningkatan.

Dalam hal literasi misalnya. Disdikpora Buleleng mendorong agar sekolah menyelenggarakan gerakan membaca di sekolah.

Siswa diminta membaca buku-buku yang ada di sekolah. Baik itu buku fiksi maupun buku non fiksi.

“Tidak perlu lama-lama. Cukup 5 menit saja. Tapi membaca yang serius,” ujar Astika.

Setelah itu guru harus meminta siswa menceritakan isi buku tersebut. Sehingga siswa memahami apa isi yang terkandung dalam buku tersebut.

Sementara dalam hal numerasi, pihaknya berusaha mengenalkan matematika yang menyenangkan kepada para siswa.

Caranya dengan mengenalkan metode Gasing yang merupakan singkatan dari Gampang, Asyik, dan Menyenangkan. Lewat metode tersebut ia meyakini siswa akan lebih menyukai matematika.

“Kita sudah punya guru trainer. Guru trainer ini juga sudah menyebarkan pengetahuannya ke tingkat kecamatan. Harapan kami nanti bisa mengimbas sampai ke tingkat nasional,” ujarnya.

Sementara dalam hal sikap, pihaknya menekankan agar guru merancang program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang relevan.

Sehingga terjadi peningkatan sikap. Baik itu sikap dengan sesama, alam dan lingkungan, maupun dengan Tuhan.

“Kami harap upaya-upaya ini bisa meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Selain kami juga merancang program dengan pihak ketiga agar makin mengimbas ke siswa,” demikian Astika. (*)

Editor : Eka Prasetya
#numerasi #disdikpora buleleng #pendidikan #buleleng #literasi