SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kondisi memprihatinkan terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Pemuteran di Kecamatan Gerokgak.
Sejumlah ruangan mengalami kerusakan. Kerusakannya pun melebihi 50 persen sehingga mengancam aktivitas siswa.
DPRD Buleleng pun meminta agar pemerintah segera melakukan perbaikan di sekolah tersebut.
Anggota Komisi IV DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya mengatakan, kondisi di sekolah tersebut sangat memprihatinkan.
Ia menyebut ruang kelas yang sudah tua, kamar mandi tidak layak pakai, bahkan mess guru sudah tidak layak sebagai tempat tinggal.
Baca Juga: Belasan Sekolah di Buleleng Dapat ChromeBook
Di SDN 5 Pemuteran, ia melihat kerusakan pada WC sudah 100 persen. Ditambah kerusakan mess guru sudah mencapai 80 persen.
Sementara ruang kelas kerusakannya mencapai 50 persen. Kondisi itu mengancam aktivitas para siswa di sana.
Dampaknya, siswa takut pergi ke sekolah. Siswa kini sudah enggan masuk ke dalam ruang kelas, apalagi masuk ke kamar mandi.
Ditambah lagi, sewaktu-waktu kera di sekitar pemuteran juga datang ke sekolah tersebut sehingga membuat siswa ketakutan.
Baca Juga: Jadi Sekolah Pengimbas, SMPN 2 Singaraja Buat QR Code Tanaman
“Wacana pemerintah untuk memajukan pendidikan di Buleleng, ternyata berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Infrastruktur sekolah banyak yang rusak dan memprihatinkan,” ujarnya.
Pihaknya pun mendorong Pemkab Buleleng mampu memperhatikan kondisi sekolah-sekolah yang rusak di Buleleng.
Perbaikannya pun diharapkan mampu tepat sasaran, bukan ke sekolah yang kondisi ruangannya masih optimal.
Menurut pengamatannya, persentase sekolah yang mumpuni di Buleleng hanya 55-60 persen.
Sementara yang lengkap, sampai dengan memiliki perpustakaan, kamar mandi, lingkungan serta pagar hanya 30 persen saja.
“Pemerataan sekolah sudah, cuma yang jadi persoalan adalah infrastruktur dan tingkat kelayakannya saja,” kritik politisi asal Buleleng barat itu.
Ngurah Arya meminta Pemkab Buleleng segera menyelesaikan persoalan yang terjadi di sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan di atas 50 persen.
Terlepas dari penggunaan APBD, bila sekolah tidak segera diperbaiki maka dalam waktu dua tahun saja kerusakannya bisa mencapai 80 persen.
“Tempat anak kita mengejar pendidikan tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Ada rasa takut karena ruang kelas gak bagus, takut atapnya roboh,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya