Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

SD Negeri di Buleleng Tidak Mampu Beli Bangku. Disdikpora: Segera Lapor

Eka Prasetya • Selasa, 11 Juni 2024 | 01:32 WIB
INFRASTRUKTUR PENDIDIKAN: Kondisi ruang kelas di SDN 2 Pelapuan, Kecamatan Busungbiu, Buleleng.
INFRASTRUKTUR PENDIDIKAN: Kondisi ruang kelas di SDN 2 Pelapuan, Kecamatan Busungbiu, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Salah satu SD negeri di Buleleng, yakni SDN 2 Pelapuan di Kecamatan Busungbiu tidak mampu membeli bangku untuk sarana belajar siswa.

Sekolah tersebut beralasan tidak mampu membeli bangku gara-gara dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pas-pasan. Sehingga tidak punya anggaran untuk membeli bangku.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng meminta agar pihak sekolah segera melapor kepada dinas terkait masalah tersebut.

Sesuai dengan aturan BOS, setiap siswa akan menerima dana BOS sebanyak Rp 1.080.000 per tahun.

Sekretaris Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan, pihaknya masih melakukan penelusuran terkait hal tersebut.

Menurut Surya, dari sisi tenaga kependidikan sebenarnya jumlah guru di sekolah tersebut sudah sangat memadai.

Dari 7 orang tenaga pendidik yang ada di sana, sebanyak 6 orang diantaranya telah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sementara seorang lagi berstatus sebagai tenaga honorer. Itupun baru diangkat pada bulan Oktober 2022.

Baca Juga: Miris, Dana BOS Minim, SD Negeri di Buleleng Tidak Mampu Beli Kursi Belajar

Surya mengatakan, terkait dengan kondisi sarana prasarana yang ada di SDN 2 Pelapuan, pihaknya meminta pihak sekolah melaporkan kebutuhan sarana prasarana.

Menurutnya Disdikpora Buleleng memiliki anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) pendidikan yang bisa digunakan untuk membeli senderan maupun bangku.

“Silahkan nanti diusulkan. Kami akan berupaya akomodasi kebutuhan itu. Sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

Selain itu pihaknya mendorong agar sekolah segera mengusulkan perbaikan lewat Data Pokok Kependidikan (Dapodik).

“Kami harap sekolah juga selalu update. Sehingga bisa terfasilitasi bantuan,” demikian Surya.

Seperti diberitakan sebelumnya, SDN 2 Pelapuan di Kecamatan Busungbiu tidak mampu membeli bangku bagi siswanya.

Dana BOS yang ada di sekolah tersebut habis digunakan untuk membayar gaji guru honorer di sekolah tersebut.

Dampaknya sekolah terpaksa membeli bangku plastik untuk proses belajar mengajar siswa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#busungbiu #Pelapuan #pendidikan #bangku #Disdikpora #buleleng