Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Enam Nama Berkompetisi Rebut Kursi Ketua STAHN Mpu Kuturan

Eka Prasetya • Jumat, 5 Juli 2024 | 22:05 WIB

 

PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN: Suasana di STAHN Mpu Kuturan Singaraja.
PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN: Suasana di STAHN Mpu Kuturan Singaraja.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sebanyak enam nama akademisi kini berkompetisi mengisi kursi Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Buleleng.

Kursi itu akan kosong pada akhir Juli mendatang. Lantaran masa tugas Prof. I Gede Suwindia telah berakhir.

Saat ini ada enam nama yang telah mengajukan lamaran sebagai calon ketua di Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu di yang berbasis di Singaraja itu.

Mereka adalah Prof. I Gede Suwindia, Made Sedana, I Gede Agung Jaya Suryawan, Ketut Bali Sastrawan, Putu Sanjaya, dan Gede Mahardika. Seluruhnya merupakan akademisi di STAHN Mpu Kuturan.

Baca Juga: Dari Dialog Publik Moderasi Beragam STAHN Mpu Kuturan: Mahasiswa Suarakan Pemilu Damai

Adapun Prof. I Gede Suwindia merupakan Ketua STAHN Mpu Kuturan saat ini. Sedangkan Made Sedana adalah Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kelembagaan.

Selanjutnya I Gede Agung Jaya Suryawan kini menjabat sebagai Ketua Jurusan Dharma Acarya, Ketut Bali Sastrawan merupakan dosen pada Prodi Pendidikan Agama Hindu STAHN Mpu Kuturan.

Kemudian ada nama Putu Sanjaya yang menjabat sebagai Kepala Pusat Pengendali Mutu STAHN Mpu Kuturan, dan terakhir Gede Mahardika yang merupakan Ketua Senat STAHN Mpu Kuturan.

Nama-nama tersebut telah mengajukan lamaran melalui Panitia Seleksi di internal kampus negeri tersebut.

Baca Juga: Parade Budaya Meriahkan Puncak Dies Natalis VIII STAHN Mpu Kuturan

Selanjutnya Panitia Seleksi telah mengirimkan nama-nama pelamar untuk selanjutnya mengikuti proses fit and proper test di Kementerian Agama.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Hindu Kementerian Agama, Prof. I Nengah Duija mengatakan proses fit and proper test kini masih berjalan.

Duija mengatakan, proses pemilihan ketua akan tetap dilakukan. Kendati STAHN Mpu Kuturan kini tengah berproses sebagai Institut Agama Hindu Negeri (IAHN).

“Tetap berproses sebagaimana mestinya. Karena dalam aturan, jika izin (institut) terbit, otomatis ketua yang terpilih menjadi rektor. Jadi tidak ada masalah itu,” kata Duija saat ditemui di Singaraja belum lama ini.

Duija mengatakan, fit and proper test akan segera dilakukan dalam waktu dekat, setelah pejabat di Kementerian Agama menuntaskan kegiatan ibadah haji.

Selain itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga disebut masih berada di Arab Saudi untuk menuntaskan program haji yang masih berjalan.

“Dalam waktu dekat berjalan lagi. Tinggal menunggu proses haji selesai, karena beberapa pejabat eselon I juga masih di Arab Saudi,” demikian Duija. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#hindu #akademisi #STAHN Mpu Kuturan #buleleng #Singaraja