Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kuatkan Nilai Kebangsaan, STAHN Mpu Kuturan Gelar Revolusi Mental dan Bela Negara Bagi Tenaga Pendidik

Eka Prasetya • Kamis, 12 Desember 2024 | 02:23 WIB

 

PENGUATAN KARAKTER: Kegiatan bela negara dan revolusi mental yang digelar bagi tenaga pendidik di STAHN Mpu Kuturan.
PENGUATAN KARAKTER: Kegiatan bela negara dan revolusi mental yang digelar bagi tenaga pendidik di STAHN Mpu Kuturan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Dalam upaya memperkuat karakter dan nasionalisme, Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja menyelenggarakan dua program strategis, yaitu Revolusi Mental dan Pelatihan Bela Negara. 

Kegiatan ini dirancang khusus untuk tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan kampus.

Kedua program tersebut dilaksanakan secara terpisah namun memiliki tujuan yang sejalan, yakni menumbuhkan rasa kebersamaan, kekompakan, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan. 

Revolusi Mental diadakan di lokasi perkemahan di Kabupaten Bangli pada 8–9 Desember 2024, sementara Pelatihan Bela Negara dilaksanakan di Bumi Perkemahan Kabupaten Tabanan pada 10–11 Desember 2024. 

Dalam pelatihan ini, peserta dibekali dengan materi seperti baris-berbaris, tata cara upacara militer, dan sipil, yang langsung dipandu oleh anggota TNI dari Polisi Militer Pangkalan TNI AL Denpasar.

Ketua STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja, Prof. I Gede Suwindia menyatakan, program tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah pusat yang selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.

“Pelatihan bela negara ini sebelumnya sudah kami terapkan untuk mahasiswa. Kali ini, fokusnya adalah pada tenaga pendidik dan kependidikan untuk memperkuat karakter mereka dan menumbuhkan kebersamaan di lingkungan kampus,” ujar Prof. Suwindia.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan membangun karakter individu, tetapi juga memastikan keselarasan visi lembaga dengan program strategis pemerintah dan Kementerian Agama.

“Sebagai institusi di bawah Kementerian Agama, kami harus sejalan dengan visi besar kementerian dan pemerintah pusat. Melalui kegiatan ini, STAH Negeri Mpu Kuturan diharapkan semakin berkembang, meningkatkan kualitas, serta memperkuat daya saing dalam rangka mewujudkan cita-cita menjadi institut,” imbuhnya.

Prof. Suwindia juga mendorong seluruh tenaga pendidik dan kependidikan untuk memprioritaskan kepentingan lembaga di atas kepentingan pribadi.

“Untuk mencapai tujuan bersama, seluruh elemen kampus harus solid, bersatu, dan mengutamakan visi-misi lembaga. Hanya dengan meninggalkan ego pribadi, kita bisa membawa STAH Negeri Mpu Kuturan ke arah yang lebih baik,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#revolusi mental #bela negara #STAHN Mpu Kuturan #Singaraja