Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mahasiswa Undiksha Gelar Pameran Seni Rupa. Tampilkan Kritik Sosial Lewat Media Seni

Eka Prasetya • Jumat, 27 Desember 2024 | 19:14 WIB

 

PAMERAN SENI RUPA: Kegiatan pameran seni rupa bertajuk "Peta Tanpa Arah" yang digelar mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Rupa Undiksha.
PAMERAN SENI RUPA: Kegiatan pameran seni rupa bertajuk "Peta Tanpa Arah" yang digelar mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Rupa Undiksha.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menggelar pameran seni rupa.

Pameran bertajuk “Peta Tanpa Arah” itu merupakan bagian dari kegiatan pameran studi khusus mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Seni Rupa Undiksha.

Agenda pameran tersebut berlangsung di Galeri Paduraksa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha.

Pameran dibuka pada Jumat (27/12/2024) dan akan berlangsung hingga Kamis (16/1/2025).

Tercatat ada 21 orang mahasiswa yang menghadirkan sebanyak 65 karya seni berbagai jenis.

Adapun mahasiswa yang terlibat adalah Muhammad Ainur Rofiq dan Septian Ari Sandi yang menghadirkan karya grafis.

Ni Luh Putu Vanesha Axelia Damayanti, Hendro Priyono, dan Restu Stefanny yang menghadirkan karya tekstil.

I Putu Egga Putra Adnyana dan Hilman Cahyadin yang memamerkan karya Desain Komunikasi Visual (DKV).

Selanjutnya ada Made Cening Gandawangi, Komang Andi Wibawa Putra, serta I Gede Adi Maha Pratama yang menunjukkan karya kriya patung.

Kemudian ada nama I Nyoman Alex Kade, Fira Eldiana, Ida Bagus Made Duwipayana, Ni Made Sahsikiriani, I Made Bayu Saka Palwaguna, dan I Gede Putu Mahesa Pradnya Winata yang memamerkan karya seni lukis.

I Gede Agus Sastrawan serta I Kadek Agus Reka Biambara Putra menghadirkan karya Prasimologi. Ketsia Rahel yang menampilkan seni keramik. Serta Gede Bayuna yang hadirkan karya fotografi.

Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha, I Gede Nurjaya mengatakan, pameran itu menunjukkan bahwa mahasiswa menghadirkan seni menjadi teks.

“Seni bukan hanya memberikan ruang untuk kontemplasi. Tapi juga memaknai pesan,” katanya.

Nurjaya menyatakan, untuk memahami seni diperlukan kemampuan intelektual dan rasa. Sehingga menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri.

Ia berharap lewat pameran itu para mahasiswa bisa melakukan pemahaman makna terhadap karya seni yang lebih dalam. Sekaligus menghadirkan kritik melalui media seni.

“Kami harap pameran ini memantik lahirnya karya-karya lain, sehingga lahir ide dan gagasan baru,” ujar Nurjaya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#lukisan #kritik #mahasiswa #undiksha #pameran #seni rupa