SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng pasang target menambah Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Saat ini di Buleleng baru ada 26 unit sekolah yang meraih sertifikasi SPAB. Tidak sampai 10 persen dari jumlah sekolah di Buleleng yang mencapai 600 unit sekolah.
Plt. Kepala Disdikpora Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, SPAB sangat penting bagi sekolah. Mengingat banyak sekolah di Buleleng yang berada di lokasi rawan.
Dengan menerapkan SPAB, maka korban akibat bencana alam dapat dicegah. Sebab bencana dapat terjadi kapan saja, termasuk saat jam belajar mengajar.
“Bencana itu kan tidak bisa diprediksi. Makanya kami dorong sekolah menjadi SPAB, supaya seluruh warga di sekolah itu siap ketika terjadi bencana,” kata Ariadi.
Ariadi mengatakan, pihaknya sudah mengidentifikasi ancaman bencana yang terjadi di sekolah. Lebih dari 30 persen diantaranya masuk kategori rawan tanah longsor dan gempa bumi.
Selain itu, masih ada sekolah di Buleleng yang masuk kategori rawan banjir ketika musim hujan.
Ariadi menyatakan, SPAB harus dipahami oleh seluruh warga sekolah. Selain siswa dan guru, SPAB juga harus dipahami oleh orang tua siswa.
“Semua harus paham potensi bencana di sekolah mereka. Jika tidak mendapatkan sosialisasi, simulasi, dan pelatihan, maka kepanikan bisa terjadi dan memperbesar risiko,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mendukung upaya Disdikpora Buleleng meningkatkan jumlah SPAB. Menurutnya SPAB sangat penting bagi sekolah.
"Kami rasa program ini bagus sekali untuk mengurangi resiko bencana pada anak-anak sekolah. Karena Buleleng termasuk rawan bencana. Dengan menjadi SPAB, siswa lebih paham dalam mencegah dan menghindari bencana," ujarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya