RadarBuleleng.id - Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali, Gede Harja Astawa meminta agar pemerintah melakukan pembenahan terhadap sistem pendidikan.
Sekolah juga harus memastikan bahwa siswa mereka sudah memiliki kemampuan dasar. Seperti membaca, menulis, dan menghitung (calistung).
Hal itu menyusul temuan adanya 375 orang siswa SMP di Buleleng yang belum lancar membaca dan menulis.
Menurut Harja, fenomena tersebut merupakan tamparan keras bagi sektor pendidikan di Bali Utara. “Apalagi Singaraja selama ini dikenal sebagai kota pelajar," ujar Harja.
Harja meyakini masalah tersebut bukan hanya terjadi di Kabupaten Buleleng. Dia menduga masalah serupa juga terjadi di daerah lainnya.
Legislator asal Buleleng itu meminta pembenahan sistem pendidikan. Apalagi ada kecenderungan guru dan kepala sekolah membiarkan siswa tetap naik kelas, meskipun belum menguasai kemampuan dasar seperti membaca.
"Zaman saya dulu, siswa kelas 1 SD harus sudah bisa membaca. Kalau belum bisa, ya tidak naik kelas. Sekarang malah seperti dipaksakan naik tanpa kesiapan," keluhnya.
Ia juga menyoroti kondisi guru yang saat ini serba terbatas dalam mendidik. Banyak guru memilih tidak tegas karena takut dilaporkan saat memberi hukuman yang bersifat mendidik.
“Kita harus berikan kemerdekaan bagi guru untuk benar-benar bisa mendidik, bukan hanya mengajar,” tegasnya.
Harja menyatakan, pendidikan bukan hanya soal transfer pengetahuan. Tapi juga soal pembentukan karakter.
“Mendidik itu bukan sekadar mengajar. Siswa harus diajarkan etika, hormat kepada guru, dan tanggung jawab,” tambahnya.
Ia meminta pemerintah untuk serius menata kembali dunia pendidikan, termasuk membebaskan guru dari beban administrasi yang tidak relevan.
“Tugas guru itu mendidik dan mengajar, bukan berkutat dengan sertifikasi dan laporan-laporan administratif. Itu tugas tata usaha,” tegasnya.
Harja juga menyoroti pentingnya dukungan fasilitas dan kesejahteraan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi guru dan siswa. “Bagaimana siswa bisa belajar dengan baik jika masih memikirkan perut kosong?” katanya.
Untuk itu, ia mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Prabowo Subianto sebagai salah satu solusi konkret.
“Kalau anak-anak sudah kenyang dan sehat, mereka bisa fokus belajar. Ini langkah nyata yang bisa meningkatkan kualitas pendidikan kita,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya