Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Program Satu Keluarga Satu Sarjana Dimulai Agustus 2025, Koster Libatkan 26 Kampus di Bali

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 4 Juni 2025 | 22:12 WIB

 

Ilustrasi sarjana
Ilustrasi sarjana

RadarBuleleng.id – Program unggulan Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bertajuk Satu Keluarga Satu Sarjana mulai memasuki tahap pelaksanaan. 

Rencananya, program ini mulai berjalan pada penerimaan mahasiswa baru Agustus 2025 mendatang.

Sebagai langkah awal, Koster mengundang seluruh rektor perguruan tinggi negeri dan swasta se-Bali bergotong royong membangun SDM Bali Unggul melalui akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif.

“Kami paparkan secara lengkap program pengembangan SDM Bali Unggul dan Satu Keluarga Satu Sarjana demi masa depan generasi muda dan peradaban Bali,” ujar Koster saat pertemuan di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jaya Sabha.

Sebanyak 26 perguruan tinggi hadir, di antaranya Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), ISI Bali, Politeknik Negeri Bali, Poltekpar Bali, dan Poltekkes Denpasar. 

Sementara dari swasta hadir Universitas Warmadewa, Mahasaraswati, Undiknas, Unhi, Universitas PGRI Mahadewa, Instiki, Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, Universitas Dhyana Pura, hingga Universitas Primakara.

Para rektor menyambut baik program ini karena dinilai memiliki dampak besar terhadap peningkatan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Program Satu Keluarga Satu Sarjana diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK dari keluarga miskin di seluruh Bali. 

Setiap perguruan tinggi akan memberikan kuota khusus untuk peserta program. Seperti pendidikan gratis untuk 25–100 mahasiswa, tergantung kapasitas kampus.

Selanjutnya ada program keringanan biaya kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kategori 1 sebesar Rp 500 ribu per semester dan kategori 2 sebesar Rp 1 juta per semester.

Ada juga program Jalur Cepat (Fast Track) di Politeknik Negeri Bali untuk jenjang D2 selama 3 semester, dengan total biaya hanya Rp 1,5 juta. Lulusan langsung mendapatkan ijazah vokasi dan disiapkan untuk masuk dunia kerja.

Tidak hanya itu, setiap mahasiswa yang lolos dalam program tersebut juga akan mendapat bantuan biaya hidup sebesar Rp 1,4 juta per bulan. Dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan kos, makan, dan transportasi selama masa kuliah.

“Kami sudah menugaskan tim untuk menyusun skema dan petunjuk teknis agar pelaksanaan program berjalan baik dan tepat sasaran,” tandas Koster. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #kampus #keluarga miskin #mahasiswa #ptn #keluarga #gubernur bali #ukt #perguruan tinggi negeri #perguruan tinggi #koster #wayan koster #pendidikan #undiksha #universitas #sarjana #universitas udayana