Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Abaikan Instruksi Bupati. Siswa SMP di Buleleng Tetap Lulus Sekolah, Meski Belum Bisa Membaca

Eka Prasetya • Sabtu, 7 Juni 2025 | 00:35 WIB

 

SIDAK: Anggota Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Dhukajaya (baju endek warna biru) saat melakukan sidak ke sejumlah sekolah di Buleleng.
SIDAK: Anggota Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Dhukajaya (baju endek warna biru) saat melakukan sidak ke sejumlah sekolah di Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Instruksi Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra yang menunda kelulusan siswa yang belum bisa membaca, ternyata diabaikan.

Buktinya ada sekolah SMP negeri yang tetap meluluskan siswanya, meski siswa tersebut belum bisa membaca.

Keputusan ini menimbulkan tanda tanya, terlebih siswa tersebut diketahui masih mengalami kesulitan dalam memahami teks secara utuh.

Terlebih sebelumnya sudah ada instruksi dari kepala daerah agar sekolah menunda kelulusan bagi siswa yang belum bisa membaca. Baik itu siswa SD maupun SMP.

Fakta tersebut terungkap saat Anggota Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Dhukajaya, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa sekolah. Di antaranya SDN 2 Alasangker dan SMPN 5 Buleleng. 

Dalam kunjungannya, Dhukajaya memantau langsung proses pendampingan siswa yang belum menguasai kemampuan dasar membaca.

“Saya lihat sudah ada progres, beberapa anak mulai bisa membaca. Tapi memang ada kendala, terutama karena beberapa dari mereka mengalami disleksia,” jelasnya.

Sejumlah siswa yang belum fasih membaca kini tengah menjalani pendampingan intensif selama enam bulan. 

Program tersebut diharapkan mampu menuntaskan hambatan belajar hingga Oktober mendatang. 

Dhukajaya menekankan pentingnya penguasaan kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung (calistung), sebagai fondasi utama pendidikan.

“Calistung itu ilmu dasar, basic. Kalau tidak dikuasai, bagaimana anak bisa lanjut ke jenjang pendidikan berikutnya?” ujar politisi asal Kelurahan Banyuning itu.

Namun dalam sidak tersebut, ia mendapati fakta mencengangkan. Seorang siswa yang belum lancar membaca ternyata sudah dinyatakan lulus dari sekolah. 

Meski dari sisi administrasi siswa tersebut aktif dan dinilai bertanggung jawab, namun kemampuan literasinya masih jauh dari memadai.

Kepala SMPN 5 Singaraja, Ketut Ngurah Yasa mengklaim, siswa tersebut sebenarnya memiliki kemampuan secara lisan. Meski tidak secerdas siswa lainnya.

Selain itu, siswa itu disebut rajin bersekolah. Siswa juga bertanggung jawab dengan tugas-tugas yang diberikan oleh sekolah.

“Memang tidak sesuai ekspektasi guru. Tapi secara lisan dia bisa. Kami juga berpikir, nanti juga di masyarakat akan berkembang. Itu pertimbangan kami dan sudah kami laporkan ke dinas,” ujar Yasa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#smp #Instruksi #dprd #bupati #calistung #Nyoman Sutjidra #pendidikan #sekolah #buleleng #siswa #membaca #sd