Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

PKKMB Institut Mpu Kuturan 2025 Ditutup, Mahasiswa Baru Tanam 55 Bibit Kelapa sebagai Simbol Ekoteologi

Eka Prasetya • Kamis, 4 September 2025 | 00:55 WIB

 

TANAM POHON: Mahasiswa baru Institut Mpu Kuturan melakukan aksi penanaman pohon di Desa Patas.
TANAM POHON: Mahasiswa baru Institut Mpu Kuturan melakukan aksi penanaman pohon di Desa Patas.

GEROKGAK, RadarBuleleng.id – Instititut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan resmi menutup Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025.

Penutupan PKKMB ditandai dengan aksi penanaman 55 bibit pohon kelapa di lahan Kampus Institut Mpu Kuturan yang terletak di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Rabu (3/9/2025).

Proses penanaman pohon itu juga diikuti Rektor Institut Mpu Kuturan, Prof. I Gede Suwindia; Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Dewa Made Sudiarta, para dosen, pegawai, dan orang 515 mahasiswa baru. 

Penanaman pohon menjadi simbol komitmen IMK untuk mendukung program ekoteologi yang digagas Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar.

Rektor Institut Mpu Kuturan Prof. Suwindia menekankan, aksi tanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial. 

“Kami ingin mahasiswa baru memulai perjalanan akademiknya dengan kesadaran menjaga bumi. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi warisan untuk generasi berikutnya,” ujarnya.

Baca Juga: Tim Sepak Bola Buleleng Siap Berlaga, Target Pecah Telur di Porprov Bali 2025

Ia menambahkan, nilai ekoteologi yang diperkenalkan sejak awal masa studi diharapkan menjadi bagian dari karakter mahasiswa. 

“Mereka tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga belajar hidup selaras dengan alam,” katanya.

Plt Kepala Disdikpora Buleleng, Dewa Made Sudiarta, mengapresiasi langkah IMK yang memadukan kegiatan akademik dengan kepedulian lingkungan. 

“Ini langkah positif. Mahasiswa sebagai generasi muda perlu dibiasakan menanam dan merawat pohon karena manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan berkelanjutan seharusnya tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas, tetapi juga generasi yang peduli pada keberlanjutan lingkungan.

Sebagai informasi, PKKMB IMK tahun ini berlangsung sejak 1 September 2025. Rangkaian kegiatan akan berakhir pada 6 September 2025, bertepatan dengan Hari Raya Saraswati, melalui pelaksanaan Upacara Upanayana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kelapa #bali #kampus #hindu #agama #mahasiswa #Institut #pohon #mahasiswa baru #pendidikan #Ekoteologi #mpu kuturan #Disdikpora #buleleng #rektor #pkkmb