SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Di tengah derasnya arus teknologi dan informasi, anak-anak kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Salah satunya adalah risiko pergaulan bebas maupun perilaku tidak pantas di ruang digital.
Kesadaran menjaga diri dan menghargai batasan pun perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda lebih terlindungi.
Menjawab tantangan tersebut, akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) turun langsung ke sekolah melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
Tim pengabdi berfokus pada penguatan penghargaan diri seksual siswa lewat pembelajaran IPAS-Pancasila terpadu berbasis pendekatan teknohumanistik di SD Negeri 1 Bungkulan.
Baca Juga: Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Buleleng Genjot Pelatihan dan Bursa Kerja
Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek.
Tim terdiri atas tiga orang akademisi Undiksha. Yakni Anak Agung Istri Dewi Adhi Utami, Putu Prima Juniartina, dan dr. Ida Ayu Diah Purnama Sari.
Agenda pengabdian tersebut juga melibatkan para mahasiswa Undiksha yang berasal dari jurusan IPA dan Pancasila.
Program berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2025. Program itu dibuka Kepala SD Negeri 1 Bungkulan, Nyoman Didik Sudarmawan.
Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi pedagogik guru melalui pendekatan teknohumanistik, merancang pembelajaran IPAS-Pancasila terpadu yang menyenangkan, serta menghadirkan media interaktif berbasis teknologi.
Sebagai penunjang, tim juga mengembangkan Science-Civic Area, yakni pojok media interaktif yang dapat digunakan guru dan siswa.
Kegiatan diawali dengan workshop penguatan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran terpadu berbasis teknohumanistik untuk meningkatkan penghargaan diri seksual siswa.
Workshop diikuti 23 peserta yang terdiri atas guru, kepala sekolah, dan siswa kelas tinggi.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan kami berharap dapat dilakukan secara berkelanjutan,” kata Kepala SDN 1 Bungkulan, Didik Sudarmawan.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, tim pengabdi menyerahkan Science-Civic Area yang dilengkapi enam set alat peraga interaktif beserta buku panduan kepada sekolah.
Melalui strategi ini, diharapkan tercapai penguatan kompetensi guru, lahirnya media pembelajaran inovatif, serta terbentuknya kebiasaan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran terpadu.
Tujuan akhirnya adalah mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran diri mencegah pelecehan seksual, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila di era digital. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya