SINGARAJA, RadarBuleleng.id - STIKES Buleleng kembali meneguhkan posisinya sebagai salah satu kampus kesehatan unggulan di Indonesia Timur.
Kali ini, dua lulusan berprestasi dari Sekolah Indonesia Davao (SID), Filipina Selatan, resmi bergabung sebagai mahasiswa baru Program Studi Ilmu Keperawatan.
Mereka berdua adalah Jenica Aika Mendome Mahaling dan Diana Rose Canque Kuhanta.
Kedatangan keduanya menjadi bukti nyata kuatnya kerja sama antara Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dengan perguruan tinggi tanah air.
Dalam acara pelepasan di Manila, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Manila, Prof. Nina Yulianti, langsung mendampingi Jenica dan Diana menuju kampus STIKES Buleleng.
Menurut Prof. Nina, keberhasilan dua alumni SID menembus STIKES Buleleng membuktikan kualitas pendidikan Indonesia di luar negeri setara dengan sekolah dalam negeri maupun internasional.
“Mereka datang dengan semangat besar, dan STIKES Buleleng adalah tempat yang tepat untuk menyalurkan potensi itu,” tegasnya.
Rombongan disambut hangat oleh Ketua Senat STIKES Buleleng, I Dewa Ayu Rismayanti, yang mewakili Direktur STIKES Buleleng, I Made Sundayana.
Rismayanti menilai kehadiran mahasiswa dari Filipina akan memperkaya suasana akademik, khususnya dalam perspektif keperawatan transkultural.
“Jenica dan Diana akan membawa dinamika baru di kelas. Kami berkomitmen menyediakan fasilitas terbaik agar mereka berkembang, baik secara akademik maupun pribadi,” ujarnya.
Sebagai kampus kesehatan terkemuka di Bali Utara, STIKES Buleleng dikenal memiliki kurikulum modern, laboratorium berstandar tinggi, dan jaringan kerja sama luas dengan berbagai rumah sakit di dalam maupun luar negeri.
Reputasi itu pula yang membuat banyak calon mahasiswa, baik dari Indonesia maupun luar negeri, memilih STIKES Buleleng sebagai tujuan utama.
Jenica dan Diana mengaku keputusan memilih STIKES Buleleng sudah mereka pertimbangkan matang.
Dengan bekal pengalaman belajar di Filipina, mereka berharap bisa menjadi tenaga kesehatan yang profesional, humanis, dan peka budaya.
“Kami akan belajar sebaik mungkin. Suatu saat nanti, kami ingin kembali berkontribusi, baik di tanah air maupun di Filipina,” kata Jenica.
Sejauh ini, STIKES Buleleng berhasil melahirkan banyak lulusan yang berkarir di berbagai fasilitas kesehatan dalam negeri hingga mancanegara. Bahkan, beberapa alumninya kini bekerja di Jepang.
Capaian tersebut semakin menegaskan posisi STIKES Buleleng sebagai magnet baru bagi mahasiswa kesehatan, tak hanya dari Bali, tapi juga dari luar negeri. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya