Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Undiksha Dorong Restorasi Lamun di Pemuteran Lewat Teknologi ABTRALO

Eka Prasetya • Sabtu, 20 September 2025 | 14:31 WIB

 

KONSERVASI: Para penyelam menanam struktur abtralo untuk menumbuhkan padang lamun. Hal tersebut merupakan upaya konservasi perairan di kawasan Bali Utara.
KONSERVASI: Para penyelam menanam struktur abtralo untuk menumbuhkan padang lamun. Hal tersebut merupakan upaya konservasi perairan di kawasan Bali Utara.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Akademisi di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Pemuteran, Kabupaten Buleleng, Bali.

Lewat program pengabdian tersebut, tim dosen Prodi Akuakultur yang dipimpin Dr. Gede Iwan Setiabudi, S.Pd., M.Si. berupaya mengembangkan ekosistem padang lamun di kawasan tersebut.

Harapannya, ekosistem bahari di kawasan Pemuteran semakin berkembang. Sekaligus mengoptimalkan serapan blue carbon di Bali Utara.

Adapun program pengabdian itu berlangsung di Kawasan Biorock Pemuteran, pada Rabu (17/9/2025) lalu.

Ketua Tim PKM Undiksha, Gede Iwan Setiabudi mengatakan, dari hasil observasi awal pihaknya menemukan bahwa kondisi tutupan dan sebaran lamun di Pemuteran masih terbatas.

Tim menilai perlu peningkatan tutupan padang lamun, untuk mendukung keberlangsungan habitat dugong (Dugong dugon), penyu, blue carbon, hingga optimalisasi pariwisata berkelanjutan.

Baca Juga: Bawaslu Buleleng Gandeng SMAN Bali Mandara, Dorong Generasi Muda Jadi Pengawas Demokrasi

Asal tahu saja, dugong merupakan salah satu mamalia laut yang dilindungi dan sangat bergantung pada kesehatan padang lamun sebagai sumber pakannya. Begitu pula dengan penyu.

“Jika padang lamun diabaikan, dampaknya bukan hanya bagi populasi Dugong. Tapi juga berpengaruh terhadap perikanan, keanekaragaman hayati laut, hingga keberlanjutan pariwisata bahari Pemuteran,” jelas Iwan.

Pihaknya pun memberikan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan kawasan pesisir di Desa Pemuteran.

Adapun para narasumber adalah Kabid Kelautan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Ir. I Nengah Bagus Sugiarta; Kabid Perikanan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng, Abdul Manap, S.Pi.; serta perwakilan dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar.

Para narasumber menekankan pentingnya perlindungan ekosistem pesisir, arah pengelolaan sumber daya laut, hingga peran lamun dalam menjaga keberlangsungan biota dilindungi. 

Sementara itu, tim Undiksha memperkenalkan teknologi Alat Bantu Transplantasi Lamun Organik (ABTRALO) sebagai metode baru untuk meningkatkan keberhasilan restorasi.

Menurut Iwan, sosialisasi dan pelatihan awal ini sangat penting sebagai pondasi untuk membangun kesadaran dan komitmen bersama menjaga kawasan pesisir.

“Kami ingin masyarakat, mulai dari nelayan, dive center, yayasan, hingga pemerintah desa, memahami bahwa lamun bukan hanya tumbuhan laut biasa. Lamun punya peran vital dalam menyerap karbon, menjaga perikanan, hingga mendukung ekonomi pariwisata berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan tersebut diikuti 30–40 orang peserta dari berbagai unsur masyarakat Pemuteran, mulai dari Yayasan Karang Lestari, kelompok nelayan, dive center, hingga tokoh desa. 

Setelah melakukan sosialisasi, tim Undiksha menenggelamkan 18 buah struktur beton untuk penanaman ABTRALO. Sehingga tutupan padang lamun di Pemuteran semakin luas. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #prodi #dugong #kesehatan #PKM #perikanan #bahari #padang lamun #akuakultur #dosen #abtralo #akademisi #Biota #pariwisata #blue carbon #pengabdian #pendidikan #undiksha #ekosistem #biorock #bali utara #Pemuteran #Pengabdian kepada masyarakat #buleleng #lamun #mamalia #penyu