Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Petisi TKA 2025 Jadi Sorotan Nasional, Ribuan Pelajar Kritik Kebijakan Pendidikan

Dianisa Damayanti • Selasa, 28 Oktober 2025 | 19:10 WIB
Ilustrasi pengguna membuka laman Change.org untuk membuat petisi secara daring.
Ilustrasi pengguna membuka laman Change.org untuk membuat petisi secara daring.

RadarBuleleng.id - Petisi online berjudul “Batalkan Pelaksanaan TKA 2025” kini menjadi sorotan nasional setelah ditandatangani lebih dari 150 ribu orang hanya dalam waktu dua hari.

Petisi yang dibuat oleh siswa sekolah menengah ini muncul sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 yang dinilai mendadak dan minim sosialisasi.

Petisi tersebut dibuat di platform Change.org pada 26 Oktober 2025 oleh seorang siswa dengan nama akun “agit”.

Akun tersebut menilai kebijakan TKA yang diumumkan pada 8 Juni 2025 dan disahkan pada 14 Juli 2025 itu memberikan waktu persiapan yang terlalu singkat bagi siswa.

Ujian dijadwalkan berlangsung awal November 2025, sehingga para pelajar hanya memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk mempersiapkan diri.

“Beban siswa semakin berat. Kami belum memahami sistem baru, tetapi sudah diminta mengikuti ujian nasional bergaya baru ini,” tulis pembuat petisi tersebut seperti dikutip dari laman Change.org.

TKA 2025 disebut akan menjadi salah satu komponen seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jalur prestasi pada 2026.

Namun, banyak siswa mengeluhkan kurangnya kesiapan sekolah dan guru dalam memahami format tes baru ini.

Simulasi resmi TKA bahkan baru dilakukan pada 6 Oktober 2025, kurang dari sebulan sebelum pelaksanaan ujian sebenarnya.

Keluhan juga datang dari siswa di berbagai daerah yang menilai kisi-kisi soal tidak sesuai dengan simulasi.

Beberapa siswa mengaku sudah berlatih dengan panduan dari guru bimbingan belajar, tetapi format soal ternyata berubah ketika simulasi dilakukan.

“Materinya terlalu luas dan tidak sesuai dengan yang kami pelajari di sekolah,” tulis seorang penandatangan petisi lainnya.

Sejumlah pelajar juga menyoroti ketidaksinkronan antara TKA dan Kurikulum Merdeka yang kini digunakan di sekolah.

Mereka menilai, kurikulum tersebut belum memiliki mekanisme penilaian berbasis ujian seperti TKA.

Karena itu, banyak siswa merasa kebijakan ini seolah datang tanpa kesiapan sistem pendidikan di lapangan.

Dalam dua hari sejak diluncurkan, petisi ini viral di berbagai platform media sosial dan mendapat dukungan dari siswa, orang tua, hingga beberapa guru.

Mereka menuntut pemerintah agar menunda atau mengevaluasi ulang kebijakan TKA 2025.

Para pelajar berharap agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendengar suara mereka.

“Kami bukan menolak ujian, tapi kami butuh waktu untuk belajar dan beradaptasi,” tulis pernyataan dalam petisi.

Hingga kini, petisi “Batalkan Pelaksanaan TKA 2025” telah menembus lebih dari 160 ribu tanda tangan dan menjadi salah satu petisi pendidikan terbesar tahun ini. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#platform #Tes Kemampuan Akademik #ujian #Change.org #tka #online #akun #siswa #petisi #sosialisasi