SINGARAJA, RadarBuleleng.id - SMPN 8 Singaraja menjadi salah satu sekolah sasaran program revitalisasi satuan pendidikan dari pemerintah pusat tahun ini.
Sekolah yang berdiri sejak 2017 itu mendapatkan bantuan pembangunan tiga ruang kelas baru (RKB) serta satu ruang administrasi melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kemendikdasmen RI.
Tambahan ruang ini menjadi kebutuhan mendesak. Pasalnya, sekolah yang menampung 910 siswa dari 24 rombongan belajar itu hanya memiliki 10 ruang kelas aktif.
Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah menjalankan sistem belajar double shift, bahkan mengalihfungsikan beberapa ruang laboratorium menjadi ruang kelas sementara.
“Kami memang sangat kekurangan ruang kelas. Idealnya 12 kelas, kami baru punya 10. Lab TIK bahkan sampai dipakai ruang kelas. Kalau ada kegiatan rapat, siswa harus kami pindah ke selasar,” ujar Wakasek Bidang Kurikulum SMPN 8 Singaraja, Ni Made Arisani, Senin.
Selain keterbatasan ruang kelas, fasilitas pendukung seperti bangku siswa, kamar mandi, dan ruang perpustakaan juga belum memadai. Perpustakaan sekolah saat ini bahkan masih menumpang di ruang administrasi.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan, revitalisasi SMPN 8 Singaraja menjadi prioritas karena jumlah siswa terus meningkat setiap tahun. Bahkan, satu kelas kini bisa berisi hingga 42 siswa.
“Makanya direvitalisasi. Murid di sini hampir 900 orang lebih. Dengan tambahan gedung ini sekolah bisa lebih tertata,” ujar Sutjidra saat meninjau pembangunan.
Menurut Sutjidra, SMPN 8 Singaraja memiliki potensi besar menjadi sekolah rujukan karena lokasinya strategis, dekat kawasan pariwisata.
Pemerintah pun mendorong penguatan kompetensi bahasa Inggris bagi guru dan siswa agar mampu bersaing di era global.
“Karena berada di kawasan pariwisata, guru wajib meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Anak-anak juga harus dibiasakan dengan literasi bahasa asing,” tegasnya.
Ia menargetkan pada 2026 mendatang, salah satu kelas di SMPN 8 Singaraja dapat dijadikan role model pembelajaran modern.
Program revitalisasi sekolah ini menelan anggaran sekitar Rp1,5 miliar, dan pihak sekolah terus mengusulkan tambahan infrastruktur lainnya agar layanan pendidikan semakin optimal. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya