Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Adik Kak Luna, Inovasi Disdikpora Buleleng Deteksi Dini Siswa SD yang Belum Lancar Membaca

Francelino Junior • Minggu, 18 Januari 2026 | 17:26 WIB

 

INOVASI PENDIDIKAN: Kasi Kurikulum dan Peserta Didik Disdikpora Buleleng, I Ketut Agus Susilawan (dua dari kanan) dengan inovasi pendidikan untuk Asesmen anak tidak bisa membaca.
INOVASI PENDIDIKAN: Kasi Kurikulum dan Peserta Didik Disdikpora Buleleng, I Ketut Agus Susilawan (dua dari kanan) dengan inovasi pendidikan untuk Asesmen anak tidak bisa membaca.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Beragam persoalan pendidikan di Buleleng mendorong lahirnya inovasi untuk mencari solusi yang lebih tepat sasaran. 

Salah satunya adalah Adik Kak Luna, sistem Asesmen Diagnostik Anak Tidak Bisa Membaca atau Belum Lancar Membaca.

Sistem ini dikembangkan oleh I Ketut Agus Susilawan, Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng.

Adik Kak Luna dirancang sebagai sistem informasi yang membantu guru melakukan asesmen diagnostik kemampuan membaca siswa sekolah dasar. 

Melalui sistem ini, guru dapat memperoleh data awal mengenai kualitas literasi murid, yang selanjutnya menjadi dasar dalam menentukan strategi pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan masing-masing anak.

Tak hanya bermanfaat bagi guru, hasil asesmen diagnostik juga memberikan gambaran yang lebih jelas kepada orang tua terkait kemampuan membaca anak. 

Di sisi lain, Disdikpora Buleleng memperoleh data yang sahih mengenai potensi siswa SD di wilayahnya yang belum atau bahkan tidak bisa membaca.

”Tentu dengan sistem ini, maka sekolah dapat memberikan layanan yang tepat kepada murid-murid, yang diduga memiliki kebutuhan khusus, berprinsip pada konsep GEDSI (Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial),” ujar Agus Susilawan.

Agus menjelaskan, nama Adik Kak Luna memiliki filosofi tersendiri. Kata Adik melambangkan peserta didik SD yang perlu dibimbing dengan penuh kasih sayang. Kak menggambarkan guru atau pendidik sebagai sosok kakak yang mendampingi, membimbing, dan memberi solusi. 

Sementara Luna, yang berarti bulan atau terang, dimaknai sebagai harapan agar anak-anak memiliki masa depan cerah melalui penguasaan literasi dasar.

Inovasi ini bertujuan mengidentifikasi sejak dini anak-anak yang belum mampu membaca atau belum lancar membaca melalui asesmen diagnostik. 

Pendekatan yang digunakan menekankan solusi yang cerdas, personal, dan penuh empati, dengan nilai-nilai inklusif, humanis, transformasi, serta harapan.

”Asesmen diagnostik selanjutnya dapat digunakan sebagai perencanaan berbasis data, dalam menentukan kebijakan serta program prioritas, terhadap kualitas belajar murid,” lanjutnya.

Pengembangan Adik Kak Luna dilakukan secara kolaboratif. Selain Agus Susilawan sebagai inovator, sistem ini dikerjakan bersama tim pejabat Disdikpora Buleleng, pengawas, guru, kepala sekolah, tim teknis asesmen nasional, serta staf Seksi Kurikulum dan Peserta Didik SD.

Dalam penerapannya, sistem informasi ini juga telah didiskusikan dengan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kabupaten Buleleng. 

Bahkan, bimbingan teknis telah dilakukan ke sekolah-sekolah agar Adik Kak Luna dapat digunakan sebagai alat skrining sekaligus peta jalan bagi guru SD dalam mendeteksi permasalahan membaca pada siswa.

”Maka guru pun dapat memberikan pertolongan dengan tepat sasaran. Sebab inovasi ini berfokus pada upaya serius dan sistematis, untuk mengatasi tantangan literasi dasar di tingkat SD. Melalui pendekatan asesmen diagnostik yang inklusif dan solutif,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#murid #guru #sistem #peserta didik #asesmen #pendidikan #Disdikpora #sekolah dasar #buleleng #siswa #literasi #membaca #inovasi #anak