RadarBuleleng.id - Pemerintah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendorong mahasiswa asal Ngada yang tengah menempuh pendidikan tinggi di Bali untuk mengikuti program magang kerja ke luar negeri.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan pelepasan 15 mahasiswa STIKOM asal Ngada yang akan menjalani magang ke Jepang.
Kegiatan pelepasan berlangsung di Kampus ITB STIKOM Bali, Denpasar, Rabu (4/2/2026).
Bupati Ngada, Raymundus Bena mengatakan, pemerintah daerah sangat mendukung program magang internasional yang melibatkan mahasiswa asal Ngada.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Ini bagian dari pemberantasan kemiskinan, peningkatan kapasitas intelektualitas, dan pengalaman. Mereka berangkat, mereka bisa percaya diri. Apalagi sebagian besar adik-adik yang berangkat berasal dari keluarga tidak mampu,” kata Raymundus, Rabu (4/2/2026).
Raymundus menjelaskan, Pemkab Ngada saat ini tengah menyiapkan skema pembiayaan keberangkatan peserta magang.
Baca Juga: Bantah Jadi Penyebab Banjir Pancasari, Bali Handara Tegaskan Taat Hukum
Salah satunya dengan menggandeng sejumlah bank lokal melalui skema kerja sama. Selain itu, pemerintah daerah juga akan memberikan subsidi khusus bagi peserta.
Meski demikian, ia menegaskan peran keluarga tetap penting dalam mendukung keberangkatan mahasiswa.
“Intinya orang tua juga tidak lepas tangan. Sehingga anak-anak merasa berangkat dengan dukungan penuh dari keluarga,” katanya.
Raymundus optimistis, ke depan jumlah mahasiswa asal Ngada yang mengikuti program magang ke luar negeri akan terus bertambah, khususnya bagi mereka yang menempuh pendidikan di Bali.
Sementara itu, Rektor ITB STIKOM Bali, Dadang Hermawan menjelaskan, selama menjalani magang di Jepang, para mahasiswa tetap mengikuti perkuliahan secara daring.
Ia menyebut program magang luar negeri telah dijalankan kampusnya sejak sekitar tujuh tahun lalu.
“Ratusan mahasiswa sudah kami kirim ke berbagai negara seperti Jepang, Thailand, hingga Eropa,” jelasnya.
Menurut Dadang, program tersebut memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa, mulai dari jejaring internasional, penguasaan bahasa asing, hingga pembentukan karakter dan etos kerja.
“Selain mendapat gelar, mahasiswa kami juga memperoleh pengalaman global yang sangat berharga. Produktivitas dan karakter mereka akan berbeda setelah magang di luar negeri,” bebernya.
Ia menambahkan, pihak kampus juga telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu pembiayaan keberangkatan peserta magang.
Di Jepang, para mahasiswa akan ditempatkan di sejumlah sektor, seperti konstruksi, pertanian, dan pengolahan makanan.
Selain 15 orang mahasiswa asal Ngada, program magang ke Jepang ini juga diikuti lima orang mahasiswa yang berasal dari Bali. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya