Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Siswa SDN 1 Kesiman Bali Antusias Sambut Paduan Suara Amerika Serikat

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 16 April 2026 | 06:42 WIB
KOLABORASI: Rombongan paduan suara dari Mountain View High School mengajak siswa SDN 1 Kesiman berkolaborasi dalam hal musik dan budaya. (Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)
KOLABORASI: Rombongan paduan suara dari Mountain View High School mengajak siswa SDN 1 Kesiman berkolaborasi dalam hal musik dan budaya. (Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)

 

RadarBuleleng.id - Suasana berbeda terlihat di SDN 1 Kesiman, Denpasar, Bali, pada Selasa (14/4/2026) lalu. 

Ratusan siswa tampak antusias menyambut kedatangan rombongan paduan suara dari Mountain View High School, Amerika Serikat. 

Sekitar 60 orang peserta dari Negeri Paman Sam hadir, didampingi orang tua dan guru pembimbing.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari misi pertukaran budaya dan pembelajaran kolaboratif lintas negara. 

Mitra kegiatan, Ngurah Termana, menjelaskan pemilihan SDN 1 Kesiman bukan tanpa alasan.

"Sekolah ini dipilih karena pas untuk misi pertukaran kebudayaan dan pembelajaran kolaboratif bersama siswa lain, baik dari dalam maupun luar negeri, karena guru-guru dan sekolahnya sangat terbuka pada perubahan," ujarnya, kemarin (15/4/2026).

Selama kegiatan, siswa diajak berinteraksi langsung melalui berbagai aktivitas. Mulai dari belajar teknik vokal paduan suara, bertukar wawasan seni, hingga mengikuti permainan interaktif di kelas. 

Tak hanya itu, rombongan juga menyerahkan bantuan buku untuk memperkaya koleksi perpustakaan sekolah.

Kepala SDN 1 Kesiman, Ni Made Sudiani, menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia bahkan menampilkan beragam pertunjukan seni dari siswa, seperti tabuh gender oleh siswa kelas V dan VI, pantomim oleh siswa kelas II dan III, serta Tari Baris yang dibawakan siswa kelas V.

"Awalnya ada salah satu orang tua siswa yang menginisiasi agar anak-anak dapat mengenal kegiatan dari luar, salah satunya paduan suara ini. Kami fleksibel saja kegiatannya, siswa yang ikut dari kelas 1 hingga 6 berjumlah 358 anak," jelasnya.

Sudiani mengaku gembira melihat antusiasme siswa yang tetap aktif berinteraksi meskipun memiliki keterbatasan bahasa. 

Ia berharap kegiatan serupa bisa kembali digelar karena memberikan pengalaman belajar yang berharga.

Sementara itu, kesan mendalam juga dirasakan para pengunjung dari Amerika Serikat. Salah satunya, Jennie Blake. Ia mengaku terpesona dengan suasana Bali yang kental seni dan budaya.

"Ini sangat menakjubkan. Anak-anak sangat menikmati waktu bersama dan menyadari bahwa kita semua sama. Sangat indah untuk berada di sini. Ini kali pertama saya datang, tapi saya ingin kembali lagi dan membawa seluruh keluarga saya karena tempat ini sangat hangat," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Vinita Alwyn yang menilai interaksi lintas budaya memberi pelajaran berharga bagi anak-anak.

"Mereka belajar berinteraksi dengan orang dari tempat yang berbeda dan kemudian belajar seberapa banyak kesamaan yang kita punya," katanya.

Tak hanya di sekolah, rombongan paduan suara ini juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah seniman. Di antaranya grup musik Nosstress, Made Mawut, serta komunitas disabilitas Cahaya Mutiara. 

Mereka juga berkolaborasi dengan Ari Wulu dan Sanggar Osa Kaka dari Sumba.

Menurut Ngurah Termana, kolaborasi ini membawa pesan kuat tentang kesetaraan melalui seni.

"Mereka banyak melakukan kolaborasi melalui seni untuk menyuarakan bahwa sebenarnya semua orang memiliki suara yang patut didengar dan disuarakan. Semua suara itu setara," pungkasnya. (*)

 

Editor : Eka Prasetya
#paduan suara #bali #sekolah #siswa