Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dorong Kolaborasi Pendidikan, Pemkab Buleleng Perkuat Sinergi Tri Pusat di Tejakula

Eka Prasetya • Jumat, 1 Mei 2026 | 08:49 WIB
DORONG KOLABORASI: Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergitas Tri Pusat Pendidikan khususnya di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng” yang berlangsung di Balai Desa Windu Sabha Budaya, Desa Tejakula, (Pemkab Buleleng)
DORONG KOLABORASI: Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergitas Tri Pusat Pendidikan khususnya di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng” yang berlangsung di Balai Desa Windu Sabha Budaya, Desa Tejakula, (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng mendorong penguatan sinergi Tri Pusat Pendidikan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergitas Tri Pusat Pendidikan khususnya di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng”. Kegiatan tersebut digelar di Balai Desa Windu Sabha Budaya, Desa Tejakula, Kamis (30/4/2026).

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna menegaskan, keberhasilan sektor pendidikan tidak bisa dicapai secara parsial. 

Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai tiga pilar utama pembentuk generasi unggul.

“Pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Sinergi antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat harus berjalan searah dan saling menguatkan,” ujarnya.

FGD ini menjadi wadah strategis untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan arah kebijakan, sekaligus merumuskan langkah konkret berbasis kondisi riil di lapangan, khususnya di Kecamatan Tejakula. 

Pemkab Buleleng pun memberikan dukungan penuh sebagai bagian dari upaya percepatan transformasi pendidikan daerah.

Dalam arahannya, Wabup Supriatna juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. 

Pemerintah berperan sebagai regulator, satuan pendidikan sebagai pelaksana, keluarga sebagai fondasi pembentukan karakter, serta masyarakat dan dunia usaha sebagai ekosistem pendukung.

Ia mengajak seluruh pihak menjadikan forum ini sebagai momentum memperkuat komitmen mewujudkan visi pembangunan melalui konsep Buleleng PATEN (Produktif, Adaptif, Tuntas, Emansipatif, dan Nyata).

“Jangan segan-segan berkoordinasi terkait persoalan pendidikan di Kecamatan Tejakula,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap FGD tidak berhenti pada diskusi semata, melainkan mampu melahirkan rekomendasi yang aplikatif, terukur, dan berkelanjutan untuk diimplementasikan dalam program nyata.

“Melalui sinergi dan komitmen bersama, kita optimis dapat mewujudkan masa depan pendidikan Buleleng yang lebih baik,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Buleleng Made Sedana menyampaikan bahwa FGD ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sejumlah persoalan pendidikan di daerah. 

Di antaranya kekurangan tenaga pendidik serta masih adanya anak yang tidak melanjutkan sekolah akibat keterbatasan biaya.

Ia menegaskan, Dewan Pendidikan memiliki peran memberikan masukan, dukungan pemikiran, sekaligus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan.

“Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPRD Buleleng Dewa Komang Yudi Astara, Camat Tejakula, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Buleleng, Perbekel Tejakula, serta para kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Kecamatan Tejakula. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#tejakula #pendidikan #sekolah #buleleng