SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Puncak perayaan Dies Natalis perdana Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan berlangsung meriah di Panggung Terbuka kampus, Jumat (8/5/2026) malam.
Seluruh sivitas akademika Institut Mpu Kuturan, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga jajaran pimpinan kampus larut dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan merayakan satu tahun perjalanan kampus negeri Hindu tersebut.
Malam puncak Dies Natalis dikemas lewat Malam Gelar Seni yang menghadirkan berbagai pertunjukan kreatif dari mahasiswa empat fakultas di lingkungan IAHN Mpu Kuturan.
Beragam sajian seni dan budaya sukses menghibur penonton sekaligus menunjukkan kreativitas mahasiswa.
Rangkaian Dies Natalis sendiri telah dimulai sejak akhir April 2026 dengan berbagai kegiatan akademik, perlombaan, hingga aksi sosial.
Sejumlah lomba yang digelar di antaranya lomba penjor, poster, futsal, memasak, mesatua Bali, hingga bulutangkis.
Tak hanya itu, panitia juga menggelar kegiatan sosial berupa penyaluran sembako, jalan santai, serta penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan solidaritas sivitas akademika.
Momentum puncak ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Rektor IAHN Mpu Kuturan, Prof. I Gede Suwindia, bersama jajaran pimpinan kampus.
Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan satu tahun institusi dalam memperkuat pendidikan Hindu di Buleleng.
Dalam sambutannya, Prof. Suwindia mengapresiasi seluruh panitia, baik mahasiswa maupun dosen, yang tetap mampu menyukseskan Dies Natalis perdana di tengah situasi efisiensi anggaran.
“Di tengah efisiensi anggaran, Dies Natalis perdana ini tetap bisa berlangsung dengan penuh kehangatan dari seluruh sivitas akademika IAHN Mpu Kuturan,” ujarnya.
Ia menegaskan pendidikan tinggi tidak semata-mata soal gelar akademik ataupun jabatan, tetapi lebih kepada bagaimana ilmu pengetahuan mampu diwujudkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bahwa bapak/ibu jangan terlalu percaya diri dengan pendidikan yang tinggi, pangkat golongan, namun bagaimana nilai-nilai kemanusiaan bisa diimplementasikan,” tegasnya.
Menurutnya, Dies Natalis menjadi momentum refleksi perjalanan kampus sekaligus titik awal menyusun langkah besar ke depan.
Ia berharap lahir generasi mahasiswa yang mampu menciptakan karya besar dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Dies natalis adalah refleksi dari perjalanan. Mari rencanakan, mari persiapkan agar lebih baik kedepannya. Karya-karya besar dari generasi IMK bisa lahir ke depan. Mari menjadi pelaku sejarah dan bukan hanya menjadi penonton sejarah. Mari menjadi bagian sejarah itu,” ungkapnya.
Prof. Suwindia juga mengakui kampus masih terus berproses menuju institusi unggulan tingkat nasional.
Meski demikian, ia menilai berbagai kerja nyata sivitas akademika telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Kampus kita memang belum menjadi kampus pembina di Indonesia, akreditasi memang belum unggul, tetapi kerja-kerja riil sudah berdampak bagi masyarakat. Bahkan masyarakat sangat mengapresiasi seluruh sivitas akademika karena sudah hadir di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Suasana malam semakin hidup saat acara dipandu duo MC dari kelompok seni Sunari Bajra, De Ciply dan Ketut Wartadana. Gaya pembawaan yang santai dan penuh humor membuat penonton larut dalam kemeriahan acara.
Penampilan UKM Musik turut memanaskan suasana lewat sajian hiburan musikal yang enerjik. Setelah itu, masing-masing fakultas menampilkan pertunjukan seni dengan konsep dan karakter budaya berbeda.
Fakultas Dharma Duta tampil memukau lewat pertunjukan bertema Nusantara dan semangat persatuan budaya Indonesia.
Penampilan kemudian dilanjutkan Fakultas Dharma Sastra, Fakultas Brahma Widya, dan Fakultas Dharma Acarya dengan sajian seni khas masing-masing.
Sebagai penutup, UKM Teater, UKM Tari, dan UKM Tabuh berkolaborasi dalam pertunjukan bertajuk “TERATAI”.
Kolaborasi drama tari, musik tradisional, dan teater modern itu sukses memukau penonton hingga penghujung acara. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya