SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di tengah tantangan pembelajaran yang semakin dinamis.
Salah satu langkah yang kini diperkuat adalah penerapan “Lesson Study” atau kaji pembelajaran, yakni model pembelajaran kolaboratif yang menitikberatkan pada refleksi dan perbaikan proses belajar siswa secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program “Menggurukan Dosen dengan Pola Lesson Study” yang dilaksanakan di sekolah Laboratorium Undiksha sebagai laboratorium pembelajaran.
Program yang digagas Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Undiksha itu mempertemukan dosen dan guru dalam kolaborasi pembelajaran.
Mereka bersama-sama merancang, melaksanakan, hingga merefleksikan proses belajar di kelas.
Kegiatan yang berlangsung sejak semester ganjil hingga semester genap tahun 2026 ini menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA.
Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran tidak lagi hanya berfokus pada guru sebagai pusat penyampaian materi.
Sebaliknya, siswa didorong lebih aktif, kreatif, dan terlibat langsung dalam proses belajar yang bermakna.
Kepala LPMPP Undiksha, Prof. I Made Tegeh menjelaskan, Lesson Study memiliki peran penting dalam membangun budaya belajar bersama di kalangan pendidik sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa.
“Lesson study bukan sekadar mengamati guru mengajar. Esensinya adalah kolaborasi dan refleksi berkelanjutan untuk memahami bagaimana siswa belajar dan bagaimana pembelajaran dapat terus diperbaiki. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas proses belajar siswa,” jelasnya, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, pendekatan ini membuka ruang bagi guru dan dosen untuk saling belajar, bertukar pengalaman, hingga mengembangkan inovasi pembelajaran secara nyata di ruang kelas.
Selain itu, program tersebut juga memperkuat peran sekolah Laboratorium Undiksha sebagai pusat inovasi pendidikan dan laboratorium pembelajaran.
Dalam implementasinya, kegiatan ini menghadirkan Open Class yang melibatkan orang tua siswa hingga pemangku kepentingan pendidikan sebagai pengamat.
Keterlibatan berbagai pihak itu dinilai penting untuk memberikan perspektif dan masukan terhadap proses pembelajaran di kelas.
Beragam metode pembelajaran inovatif diterapkan dalam program ini, mulai dari diskusi kolaboratif, pembelajaran berbasis proyek, pemecahan masalah, hingga pemanfaatan media kreatif yang membuat suasana belajar lebih hidup dan menyenangkan.
Dampaknya, siswa dinilai menjadi lebih percaya diri, aktif berpendapat, dan semakin antusias mengikuti proses pembelajaran. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya