SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng kembali melanjutkan program bantuan seragam sekolah gratis pada tahun ajaran 2026/2027.
Saat ini, sebanyak sekitar 5.600 orang siswa calon penerima tengah didata untuk memastikan bantuan dapat disalurkan tepat sasaran sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Program yang menyasar siswa dari keluarga kurang mampu tersebut menjadi salah satu langkah Pemkab Buleleng dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan proses pendataan calon penerima saat ini dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng.
Pemerintah menargetkan seluruh bantuan sudah diterima siswa pada Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru.
“Program seragam gratis tetap berlanjut. Kami berharap pada Juli nanti anak-anak sudah menerima bantuan tersebut,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Menurut Sutjidra, jumlah penerima bantuan tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 5.600 siswa.
Angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, meski penambahannya tidak terlalu signifikan.
Ia menjelaskan, program ini masih diprioritaskan bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Selain itu, anak yatim piatu yang masih mengenyam pendidikan dan berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas juga masuk dalam kategori penerima bantuan.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengatasi berbagai faktor yang memicu anak putus sekolah.
Sutjidra mengungkapkan, hasil evaluasi sektor pendidikan menunjukkan masih adanya sejumlah kendala yang menyebabkan sebagian anak enggan melanjutkan pendidikan.
Salah satunya adalah keterbatasan perlengkapan sekolah yang membuat mereka merasa minder atau kurang percaya diri.
“Ada anak-anak yang malu datang ke sekolah karena tidak memiliki seragam, tas, atau sepatu yang layak. Kondisi seperti ini yang ingin kami bantu atasi. Dengan adanya bantuan, mereka diharapkan lebih percaya diri dan semangat mengikuti pelajaran,” katanya.
Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
Karena itu, Pemkab Buleleng berupaya memastikan kebutuhan dasar sekolah dapat terpenuhi bagi siswa yang membutuhkan.
Dalam program tahun ini, setiap penerima akan memperoleh dua paket seragam lengkap. Untuk jenjang PAUD, bantuan berupa seragam batik dan seragam sesuai ketentuan masing-masing sekolah.
Tak hanya seragam, paket bantuan juga dilengkapi berbagai perlengkapan sekolah lainnya seperti tas, sepatu, ikat pinggang, hingga topi.
Melalui program tersebut, Pemkab Buleleng berharap tidak ada lagi anak yang kesulitan mengakses pendidikan hanya karena keterbatasan biaya untuk membeli perlengkapan sekolah.
Bantuan ini sekaligus menjadi upaya mendorong anak-anak tetap bersekolah dan meraih pendidikan yang layak. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya