SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Transformasi dunia pendidikan di era digital menuntut para kepala sekolah dan guru tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan sekolah.
Tantangan tersebut menjadi fokus dalam Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Nasional yang digelar Sekolah Laboratorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), pada Sabtu (4/7/2026)
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Sekolah Laboratorium Undiksha itu menghadirkan empat narasumber dari kementerian, pemerintah daerah, hingga pengawas sekolah.
Beragam materi yang disampaikan difokuskan pada penguatan kepemimpinan pendidikan, pemanfaatan teknologi digital, penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), hingga strategi meningkatkan budaya literasi dan numerasi di sekolah.
Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Iwan Junaedi, membuka sesi materi dengan topik “Transformational School Leadership: Menggerakkan Perubahan dari Visi ke Aksi Nyata”.
Ia menekankan pentingnya kepemimpinan transformatif agar kepala sekolah mampu menerjemahkan visi menjadi langkah nyata yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan.
Materi berikutnya disampaikan Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Bali, I Wayan Surata.
Melalui tema “Digital Leadership Mastery: Strategi Cerdas Memimpin Sekolah di Era AI dan Disrupsi Teknologi”, ia mengajak para pemimpin pendidikan untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam tata kelola sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, membahas konsep Deep Learning sebagai pendekatan pembelajaran.
Deep Learning yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah.
Adapun Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali, Ni Wayan Adnyani, memaparkan praktik baik penerapan pengawasan sekolah melalui materi “RPP Berbasis Data: Strategi Implementasi Pembelajaran Mendalam untuk Menyemai Budaya Literasi-Numerasi dari Dalam Kelas”.
Materi tersebut menitikberatkan pada pentingnya pemanfaatan data dalam menyusun strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
Seminar dan lokakarya ini diikuti pengelola yayasan, direksi Sekolah Laboratorium Undiksha, para pengawas sekolah, kepala sekolah jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK, hingga guru dari berbagai daerah di Bali.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Undiksha yang diwakili Kepala Biro Umum dan Akademik Undiksha, Made Hery Wihardika Griadhi.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa semiloka tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi para pemimpin pendidikan untuk memperkuat kapasitas dan berbagi pengalaman dalam menghadapi perubahan yang terus terjadi di dunia pendidikan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya