Undiksha Hadirkan Esteem-Zone di Bungkulan, Ruang Baru Siswa Belajar Tanpa Takut Salah

Admin • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:36 WIB
PENGABDIAN: Rangkaian kegiatan PkM PMP Undiksha dilaksanakan di SD Negeri 1 Bungkulan pada Rabu (12/8/2026) lalu. (Undiksha)
PENGABDIAN: Rangkaian kegiatan PkM PMP Undiksha dilaksanakan di SD Negeri 1 Bungkulan pada Rabu (12/8/2026) lalu. (Undiksha)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Belajar matematika tak melulu soal menemukan jawaban yang benar. 

Di balik angka dan rumus, siswa juga perlu diberi ruang untuk berpendapat, mencoba, bahkan melakukan kesalahan sebelum menemukan cara terbaik menyelesaikan persoalan.

Pendekatan itulah yang coba dibawa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) ke sekolah-sekolah di Gugus IV Kecamatan Sawan, Buleleng. 

Melalui inovasi pembelajaran Matematika-Pancasila berbasis humanistik dan teknologi reflektif, guru dan siswa diajak membangun proses belajar yang lebih inklusif dan suportif.

Program tersebut menyasar persoalan kepercayaan diri siswa sekaligus memperkuat kemampuan guru dalam menciptakan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir.

Ketua tim pelaksana, Raphita Yanisari Silalahi mengatakan, program tersebut berangkat dari hasil analisis situasi di sekolah mitra. Sebagian siswa dinilai masih menghadapi persoalan kepercayaan diri ketika mengikuti pembelajaran.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat, mencoba menyelesaikan soal, hingga mengembangkan kemampuan pemecahan masalah.

Di sisi lain, guru juga membutuhkan penguatan kompetensi agar mampu mengintegrasikan teknologi, pendidikan karakter, dan pendekatan humanistik dalam proses pembelajaran.

"Pembelajaran tidak seharusnya hanya mengejar jawaban benar dan hasil akhir. Anak juga perlu diberikan ruang untuk berpendapat, mencoba, melakukan refleksi, dan menghargai proses belajarnya," ujar Raphita, Selasa (18/8/2026).

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim Undiksha mengembangkan model pembelajaran Matematika-Pancasila humanistik berbantuan teknologi reflektif. 

Model tersebut menggabungkan kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah dengan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, tanggung jawab, serta keberanian menyampaikan pendapat.

Implementasinya dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, pendampingan, workshop, hingga penerapan Lesson Study bagi guru di Gugus IV Bungkulan. Salah satu rangkaian kegiatan berlangsung di SD Negeri 1 Bungkulan pada Rabu (12/8/2026) pekan lalu.

Tak berhenti pada pelatihan, tim Undiksha juga menyiapkan ruang belajar tematik bernama "Esteem-Zone". Ruang tersebut sekaligus dikembangkan sebagai laboratorium mini yang dilengkapi perangkat dan panduan pembelajaran inovatif.

Esteem-Zone dirancang menjadi ruang bagi siswa untuk belajar dengan lebih percaya diri. Siswa didorong berani mencoba, berdiskusi, berefleksi, dan mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.

Ruang tersebut juga menjadi tempat bagi guru untuk mempraktikkan metode pembelajaran yang telah diperoleh selama program berlangsung. Dengan demikian, inovasi yang diberikan tidak berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai, tetapi dapat diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari.

Koordinator Wilayah Disdikpora Kecamatan Sawan, Desak Putu Parwati Santi, mengapresiasi langkah Undiksha menghadirkan inovasi pembelajaran secara langsung ke sekolah.

Kegiatan tersebut juga didampingi Ketua Gugus IV sekaligus Kepala SD Negeri 1 Bungkulan, Nyoman Didik Sudarmawan.

Menurut Desak Putu Parwati Santi, program tersebut memberikan manfaat bagi guru sekaligus membuka kesempatan bagi sekolah untuk mengembangkan pola pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.

Melalui program tersebut, Undiksha berharap penguatan kapasitas guru dan peningkatan kepercayaan diri siswa dapat berjalan beriringan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali
pendidikan undiksha matematika buleleng siswa