Jaga Brand Singaraja, KNPI dan Disdikpora Buleleng Ajak Pemuda Rawat Esensi 'Kota Pendidikan'

Francelino Junior • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 16:56 WIB
BICARA KOTA PENDIDIKAN: Suasana dialog yang melibatkan pemuda dan mahasiswa terkait Kota Pendidikan. (Francelino Junior/Radar Buleleng)
BICARA KOTA PENDIDIKAN: Suasana dialog yang melibatkan pemuda dan mahasiswa terkait Kota Pendidikan. (Francelino Junior/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Julukan Buleleng sebagai Kota Pendidikan di Bali terus dirawat agar tak sekadar menjadi slogan sejarah. 

Guna menjawab berbagai tantangan dunia pendidikan modern, DPD KNPI Kabupaten Buleleng menggelar dialog pendidikan bertajuk "Merawat Eksistensi Buleleng dalam Citra Kota Pendidikan" pada Minggu (30/8/2026).

Ketua DPD KNPI Buleleng, I Putu Gede Parma, menegaskan bahwa pemuda merasa terpanggil untuk berkontribusi aktif memajukan sektor pendidikan di Bali Utara.

Menurut Parma, merawat keberlangsungan status Kota Pendidikan tidak cukup hanya diukur dari megahnya fisik sekolah, banyaknya jumlah siswa, atau menjamurnya perguruan tinggi dan LPK (Lembaga Pelatihan Kerja).

"Merawat esensi itu tidak sebatas indikator angka atau pembangunan fisik semata, tetapi bagaimana *hard skill*, *soft skill*, dan *life skill* berjalan seimbang. Penguatan etika, moral, dan karakter anak didik harus dijalankan secara sungguh-sungguh," ujar Parma.

Ia menambahkan, sebagai daerah dengan wilayah terluas di Bali, Buleleng memiliki tantangan kompleks. 

Karenanya, pemuda harus diberi ruang luas untuk menyalurkan gagasan serta peran kepeloporan, kepemimpinan, dan kewirausahaan demi pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengapresiasi kolaborasi pemuda dalam menjaga ekosistem pendidikan di Bali Utara.

Ia mendorong para pemuda untuk mengambil aksi nyata dari hal-hal terkecil di lingkungan sekitar, salah satunya dengan aktif melaporkan keberadaan anak usia sekolah yang terancam putus sekolah.

"Langkah kecil yang sangat berarti dari pemuda adalah menginformasikan jika ada anak yang tidak bisa bersekolah. Dari informasi tersebut, kami di dinas bisa langsung melakukan asesmen agar mereka dapat disalurkan ke sekolah yang tepat," tegas Surya Bharata. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini KNPI Buleleng Kota Pendidikan Singaraja putu gede parma disdikpora buleleng