Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Nonton Bareng Debat Capres, Begini Pendapat Mahasiswa Bali

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 6 Februari 2024 | 01:28 WIB

 

NONTON BARENG: Mahasiswa, pemuda, dan elemen masyarakat sipil nonton bareng debat capres putaran terakhir,
NONTON BARENG: Mahasiswa, pemuda, dan elemen masyarakat sipil nonton bareng debat capres putaran terakhir,

RadarBuleleng.id – Mahasiswa di Bali berusaha ikut ambil bagian pada ajang Pemilu 2024. Caranya, memastikan bahwa sosok yang mereka pilih memang tepat memimpin Indonesia.

Para mahasiswa itu pun berusaha menentukan pilihan mereka dengan menyaksikan debat Calon Presiden (Capres) putaran terakhir.

Mereka menyaksikan debat tersebut di Lapangan Lumintang, Denpasar, pada Minggu (4/2/2024) malam lalu.

Aksi nonton bareng debat capres itu, digagas sejumlah elemen mahasiswa, pemuda, dan masyarakat di Bali.

Wakabid Agitasi dan Propaganda DPD GMNI Bali, Made Gerry Gunawan menyampaikan, menuju pemilu 2024 ini, pelanggaran-pelanggaran kian ditunjukan oleh penguasa dengan terang benderang.

"Saya kira pemerintah sudah semakin berani melakukan penyimpangan kaidah-kaidah bernegara. mulai dari otak-atik Putusan MK, hingga cawe-cawe pejabat negara dan presiden dalam helatan Pemilu 2024 ini, ini memalukan,” kata Gerry.

Dalam acara tersebut, elemen mahasiswa juga sempat membacakan pernyataan sikap. Pernyataan itu dibacakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana, I Wayan Thresna.

Dalam pernyataan itu, terdapat lima poin seruan dan kecaman terhadap pemerintahan Joko Widodo.

Mulai dari kritikan terhadap Putusan MK yang meloloskan Putra Presiden Jokowi,  Gibran Rakabuming raka menjadi Cawapres yang sarat akan praktik KKN.

Ada pula soal Netralitas Presiden dan Pejabat Negara, kebebasan berpendapat dan pelanggaran HAM yang dinilai tidak tuntas, saratnya praktik Politik Identitas, dan ajakan kembali ke ajaran Pancasila untuk menghindari merosotnya demokrasi.

Baik BEM Universitas Udayana maupun GMNI Bali, sepakat menyatakan bahwa demokrasi di Indonesia tengah berada pada titik nadir.

Mereka berpendapat Pemilu 2024 merupakan momen penting untuk menghukum rezim yang dinilai ugal-ugalan dalam memimpin. (*)

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #mahasiswa #Pemilu 2024 #capres #debat