SINGARAJA-Masa tenang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Kabupaten Buleleng diwarnai aksi damai dari Aliansi Mahasiswa Bali Utara (AMBARA) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng pada Senin (12/1) pukul 12.30 WITA, yang awalnya direncanakan pukul 10.00 WITA.
Mereka merupakan mahasiswa gabungan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) di Kabupaten Buleleng.
Sebanyak 20 orang mahasiswa itu datang ke gedung dewan untuk menyampaikan aspirasi dan menyatakan sikap mengenai pelaksanaan pemilu 2024 dapat berjalan secara damai, jujur, dan adil.
Menariknya, mereka menegaskan kedatangan mereka bukan berunjuk rasa atau demo, tetapi lebih tepatnya sebagai audiensi dengan para wakil rakyat Kabupaten Buleleng.
Kedatangan mereka ke gedung dewan disambut hangat dan diarahkan langsung menuju Ruang Rapat Gabungan Komisi, dan diterima langsung Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna.
Selama pertemuan, perwakilan tiap organisasi mahasiswa juga menyampaikan aspirasi mereka. Hingga menyampaikan lima poin yang intinya menaruh harapan tinggi agar pemerintah dapat bersikap netral, serta berkomitmen untuk menciptakan pemilu damai, bermartabat, berintegritas tanpa unsur SARA dan hoax.
Juga menjaga nilai-nilai demokrasi, serta meminta penyelenggara pemilu untuk menindak tegas semua bentuk pelanggaran, dan berpegang teguh pada kode etik penyelenggara Pemilu.
Tak lupa, AMBARA juga menyerukan ajakan agar masyarakat menolak money politic dan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Rabu (14/2).
“Gerakan kami dari AMBARA ini murni, dan kami pastikan tidak ada pesanan dari pihak manapun. Ini murni pemikiran kami mahasiswa di Bali Utara,” tegas Koordinator Aksi, Albert Novaldo menjawab pertanyaan wartawan mengenai aksinya ditunggangi.
Sementara itu, Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna mengatakan bila pernyataan sikap dari mahasiswa ini merupakan himbauan untuk semua pihak. Baik pemerintah, masyarakat, hingga penyelenggara pemilu.
Supriatna pun menyebutkan bila aksi dari AMBARA tidak menyalahi aturan dan tidak menimbulkan kegaduhan, meskipun berlangsung di masa tenang pemilu.
“Kok gaduh? Memangnya dia datang ke DPRD Buleleng buat kegaduhan? Kan tidak ada larangan. Ini ada satu harapan, imbauan dari mahasiswa agar pemerintah dan penyelenggara pemilu bersikap netral dan menjaga pemilu ini bisa berjalan dengan baik,” kata Ketua DPRD Buleleng. ***
Editor : Donny Tabelak