SINGARAJA, RadarBuleleng.id - PDI Perjuangan Buleleng mengklaim perolehan suara partai di Kabupaten Buleleng mengalami peningkatan.
Meski mengalami peningkatan, anehnya perolehan kursi mereka di DPRD Buleleng justru tidak bertambah alias stagnan.
Pada Pemilu 2024, di internal PDI Perjuangan diprediksi ada pergeseran perolehan kursi di tiap kecamatan.
Informasi yang dihimpun RadarBuleleng.id, PDI Perjuangan Buleleng masih tetap mengantongi 18 kursi di DPRD Buleleng.
Hanya saja komposisi pemegang kursi di parlemen akan berubah. Sejumlah pendatang baru akan menguasai kursi-kursi tersebut.
Pendatang baru itu adalah Dewa Komang Yudi Astara dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Tejakula dan Dewa Sukardina dari Dapil Kecamatan Sawan.
Kemudian ada nama Anak Agung Widya Putra dari Dapil Kecamatan Seririt, Nyoman Some Suarsa dari Dapil Kecamatan Busungbiu, serta Wayan Mudita dari Dapil Kecamatan Gerokgak.
Sementara para incumbent yang bisa mempertahankan kursi yakni Gede Supriatna dari Dapil Kecamatan Tejakula, Wayan Masdana dari Dapil Kecamatan Sawan, dan Nyoman Bujana dari Dapil Kecamatan Sawan ada.
Khusus di Dapil Kecamatan Buleleng, para penguasa kursi seluruhnya adalah incumbent. Yakni Kadek Turkini, Wayan Some Adnyana, dan Gusti komang Swastika.
Ketut Widana tetap mempertahankan kursi dari Dapil Banjar, selanjutnya Gede Oddy Busana juga masih mempertahankan kursi dari Dapil Seririt, Nyoman Sukarmen juga masih kokoh di Dapil Kecamatan Busungbiu.
Di Dapil Kecamatan Gerokgak, Ketut Ngurah Arya dan Wayan Parwa masih tetap mempertahankan kursi mereka.
Sengit di Sukasada
Khusus di Dapil Kecamatan Sukasada, terjadi persaingan sengit di internal PDI Perjuangan.
Saat ini setidaknya ada tiga caleg yang bersaing mengumpulkan suara terbanyak.
Mereka adalah I Wayan Indrawan, Putu Mangku Budiasa, dan Ni Made Lilik Nurmiasih.
I Wayan Indrawan yang berasal dari Desa Pancasari dikabarkan sudah ada pada posisi aman.
Sementara kursi kedua masih dalam perebutan antara kedua incumbent, yakni Putu Mangku Budiasa dan Ni Made Lilik Nurmiasih.
Dikonfirmasi terkait nama-nama tersebut, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Buleleng, Gede Supriatna enggan bicara banyak.
Menurut Supriatna pihaknya masih menanti hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan.
“Soal nama-nama saya tidak mengomentari. Karena masih dalam proses rekapitulasi di kecamatan,” kata Supriatna.
Namun dari hitung-hitungan sementara, Supriatna mengakui bila perolehan kursi dari PDI Perjuangan masih stagnan pada 18 kursi.
Perolehan kursi itu jauh dari target yang sempat dipancang PDI Perjuangan. Sebelum Pemilu 2024 bergulir, PDIP Buleleng pasang target meraih 25 kursi di DPRD Buleleng.
Supriatna mengklaim dari hitung-hitungan internal partai, perolehan suara PDIP di Buleleng sebenarnya mengalami peningkatan.
Ia menyebut terjadi peningkatan suara dari semula 38 persen pada Pemilu 2019, menjadi 42 persen pada Pemilu 2024.
Menurutnya ada sejumlah faktor yang memengaruhi perolehan suara PDI Perjuangan pada Pemilu 2024.
Faktor pertama yakni pengaruh Pemilihan Presiden (Pilpres). Pasangan Prabowo Gibran yang diusung Gerindra, Golkar, Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN) itu berhasil merebut sekitar 57,8 persen suara di Buleleng.
Faktor kedua, saat ini kompetisi perebutan kursi semakin ketat. Kekuatan partai politik di semua dapil menunjukkan pergeseran.
Khusus di Dapil Kecamatan Buleleng, ia menyebut perolehan suara caleg-calegnya terkesan stagnan. Sehingga perolehan kursi berkurang.
“Sebenarnya secara umum perolehan suara partai itu naik. Tapi perolehan kursinya tetap. Komposisi caleg kami sudah bagus, buktinya suara partai naik,” ujarnya.
Hanya saja persaingan pada Pemilu 2024 ini persaingan berlangsung dengan sangat ketat.
“Kami tetap mendominasi perolehan kursi, tapi tidak sesuai target. Nanti kami evaluasi setelah pemilu,” kata Supriatna.
Berikut prediksi caleg PDI Perjuangan yang merebut kursi DPRD Buleleng pada Pemilu 2024:
Kecamatan Buleleng: Ni Kadek Turkini, Gusti Komang Swastika, Wayan Some Adnyana.
Kecamatan Sawan: Nyoman Bujana dan Dewa Sukardina.
Kecamatan Kubutambahan: Wayan Masdana.
Kecamatan Tejakula: Gede Supriatna dan Dewa Komang Yudi Astara.
Kecamatan Gerokgak: Wayan Parwa, Ketut Ngurah Arya, dan Wayan Mudita.
Kecamatan Seririt: Gede Oddy Busana dan Anak Agung Widya Putra.
Kecamatan Busungbiu: Nyoman Sukarmen dan Nyoman Some Suarsa.
Kecamatan Banjar: Ketut Widana.
Kecamatan Sukasada: Wayan Indrawan dan Putu Mangku Budiasa/Ni Made Lilik Nurmiasih (masih menunggu hasil rekapitulasi kecamatan). (*)
Editor : Eka Prasetya