Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pilkada Buleleng 2024, Berikut Enam Nama yang Diajukan DPC PDIP Buleleng

Francelino Junior • Rabu, 17 April 2024 | 04:15 WIB
Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna sebut partainya sudah jaring enam nama kader untuk diajukan ke DPD dan DPP agar dapatkan rekomendasi menuju Pilkada Buleleng 2024.
Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna sebut partainya sudah jaring enam nama kader untuk diajukan ke DPD dan DPP agar dapatkan rekomendasi menuju Pilkada Buleleng 2024.

SINGARAJA-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Buleleng sudah mengajukan enam nama kadernya untuk dikaji dan dievaluasi untuk mendapatkan rekomendasi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna menjelaskan pasca rapat bersama DPC dan Pengurus Anak Cabang (PAC) pada Kamis (4/4) lalu di Sekretariat DPC PDIP Buleleng, muncul enam nama yang diajukan.

Kata Supriatna, keenam orang kader PDIP Buleleng itu antara lain I Nyoman Sutjidra (Wakil Ketua DPC PDIP & mantan Wakil Bupati Buleleng periode 2012-2022), Ketut Putra Sedana atau Dokter Caput (Wakil Ketua DPC PDIP & Ketua BMI Buleleng), I Gusti Ayu Aries Sujati dan Ketut Rochineng (Anggota DPRD Provinsi Bali).

Yang mengejutkan, muncul nama Kadek Setiawan (Anggota DPRD Provinsi Bali) dan Wayan Masdana (Anggota DPRD Kabupaten Buleleng).

Sedangkan nama Ketut Ngurah Arya atau Arya Bodo (Bendahara DPC PDIP & Ketua Fraksi PDIP DPRD Buleleng) yang sebelumnya dijagokan, ternyata tidak muncul dan masuk daftar yang diajukan.

“Untuk pengajuan nama bakal calon di Buleleng tidak dalam bentuk paket paslon (pasangan calon), tetapi hanya perorangan saja, paketnya ditentukan DPP. Itu merupakan kesepakatan di DPC Buleleng. Jadi yang muncul itu merupakan hasil pemetaan dan penjaringan yang dilakukan DPC dan PAC,” ujar Supriatna pada Selasa (16/4) siang.

Ia menyebutkan di PDIP Buleleng tidak melakukan survei untuk nama-nama yang muncul dari internal partai.

Sehingga nama-nama hasil penjaringan itu akan dibawa ke DPD PDIP Provinsi Bali untuk dibahas, kemudian dilanjutkan ke DPP PDIP di Jakarta untuk diberikan rekomendasi.

Terkait pengusungan paket paslon, Supriatna belum berani berkomentar banyak mengenai adanya peluang berkoalisi maupun mengambil calon dari eksternal partai.

Karena pihaknya menunggu instruksi dan arahan serta kebijakan dari DPP dan DPD PDIP.

Meskipun PDIP Buleleng berhak mengusung paslon sendiri meski tanpa koalisi, karena di DPRD Buleleng mereka memiliki 18 dari 45 kursi yang tersedia.

“Untuk koalisi dan ambil calon dari luar partai, kami tunggu arahan dan kebijakan dari DPP juga DPD PDIP. Tapi kami diberikan kebebasan untuk memunculkan dan memetakan nama-nama calon yang akan didorong untuk Pilkada Buleleng,” tandasnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#kader PDI Perjuangan #pdip buleleng #Pilkada Buleleng