SINGARAJA-Pernyataan menarik dilontarkan Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa atau Arya Wedakarna (AWK).
Ia menyerukan agar pemimpin daerah, terlebih di Bali dan Buleleng agar “satu jalur” dengan pemerintah pusat.
Menurutnya sebagai Anggota DPD Bali terpilih periode 2024-2029, satu jalurnya presiden dengan gubernur serta walikota/bupati, akan memudahkan dalam proses pembangunan.
Terlebih lagi kelanjutan pembangunan bandara di Buleleng, yang sudah menjadi janji Prabowo-Gibran.
AWK melanjutkan, pembangunan nasional di Buleleng akan berjalan dengan lancar tanpa hambatan bila ada dukungan politik dari jalur yang sama dengan presiden RI terpilih Prabowo-Gibran.
Namun, ia meyakini bila Prabowo-Gibran akan meniru sikap Jokowi yang adil terhadap semua wilayah, seandainya Buleleng dan Bali pemimpinnya tidak sejalur dan sefrekuensi.
“Rencana pembangunan bandara di Buleleng, butuh dukungan politik. Saya tidak bisa bayangkan hasil pilkada kalau tidak satu jalur dan sefrekuensi dengan Prabowo-Gibran, pasti agak sulit. Tapi untuk memudahkan kerja, menurut saya satu jalur. Momentumnya tepat menurut saya,” katanya ditemui di syukuran kemenangan Prabowo-Gibran di Buleleng pada Sabtu (27/4) sore.
AWK menyebutkan jika ia sudah memiliki rekomendasi ataupun pilihan nama yang sekiranya cocok untuk memimpin Buleleng selama lima tahun ke depan. Meski begitu, ia enggan membukanya ke publik.
Harapannya, ada sosok-sosok baru dan muda yang tampil dan bertarung merebut kursi Buleleng 1 dan Buleleng 2.
“Sudah ada beberapa nama, nanti akan kita buka. Diskusi dulu dengan ajik Dewa Sukrawan. Yang penting tampil aja anak muda, harus berani seperti mas Gibran jadi wapres umur 35 tahun. Kita butuh muka baru lah di pilkada, kita akan dorong itu,” lanjutnya.
Kini ia mengaku, bersama masyarakat Bali, tetap mengawal secara sekala dan niskala Prabowo-Gibran menuju pelantikannya pada Oktober 2024 mendatang.
AWK juga menyebutkan akan mengawal kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran yang tentunya memiliki manfaat bagi Bali, dari segi politik maupun anggaran.
Disinggung maju bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali, AWK tak menampik ada opsi tersebut, meski ia juga tetap berfokus sebagai Anggota DPD Bali.
Selain karena ada opsi bagi anggota DPD, DPR, dan DPRD harus mundur terlebih dahulu untuk maju ke Pilkada.
“Kalau saya mungkin lebih fokus ke DPD. Ya tapi kita masih lihat, salah satu opsi (maju Pilgub Bali) seperti itu, kita lihat nanti,” pungkasnya. ***
Editor : Donny Tabelak