SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng segera memperbarui data pemilih menjelang pelaksanaan Pilkada Buleleng 2024.
Harapannya seluruh pemilih yang memiliki hak pilih, dapat menyalurkan suara mereka pada momen pemilihan kepala daerah.
Ketua KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana mengungkapkan, partisipasi pemilih di Buleleng sebenarnya menunjukkan tren peningkatan.
Hal itu terungkap pada Pemilu 2024 lalu. Saat itu partisipasi pemilih mencapai 75,3 persen. Meningkat bila dibandingkan dengan Pemilu 2019 yang sebanyak 73,71 persen.
Baca Juga: Lima Pendaftar Pilkada Buleleng di NasDem Lolos Verifikasi Administrasi, Berikut Nama-namanya…
Menurut Dudhi salah satu kendala yang dihadapi KPU dalam partisipasi pemilih adalah banyaknya masyarakat Buleleng yang merantau keluar Bali.
“Pemilu sebelumnya kami lakukan evaluasi, tingkat antusias masyarakat tinggi namun partisipasinya rendah. Ini kebanyakan akibat sebagian besar masyarakat kita (Buleleng, red), merantau. Ada yang masih dalam wilayah Bali, luar Bali bahkan luar negeri,” kata Dudhi.
Lebih lanjut Dudhi mengatakan, menjelang Pilkada Buleleng 2024, pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng.
Para pemilih pemula yang baru berusia 17 tahun pada 27 November mendatang, diharapkan sudah melakukan perekaman data. Sehingga mereka bisa mengantongi KTP pada hari pemungutan suara.
“Ini akan berpengaruh terhadap jumlah pemilih. Kami sudah berkoordinasi agar semua pemilih yang saat itu berusia 17 tahun, bisa diakomodasi,” katanya.
Baca Juga: Tahapan Pilkada Dimulai, KPU Buat Aturan Khusus Soal Baliho Calon
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Buleleng, Made Juartawan mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pemutakhiran data penduduk secara berkala.
Hingga 14 Februari lalu misalnya, Disdukcapil Buleleng telah menerbitkan 1.746 akta kematian, 1.920 urusan pindah domisili, dan data penduduk pendatang sebanyak 1.748.
“Jumlah itu belum final, masih terdapat beberapa warga Buleleng yang belum melakukan perekaman maupun update data kematian. Contoh, ada warga yang hanya lulusan SMP tidak melanjutkan lagi dan mereka bekerja merantau ke Denpasar untuk menjadi tukang bangunan, nah mereka ini jadi lupa mengurus e-KTP,” kata Juartawan.
Menjelang Pilkada BUleleng 2024, pihaknya akan melakukan sosialisasi ke desa-desa dan kelurahan. Termasuk melakukan aksi perekaman maupun update data kependudukan dengan pola jemput bola.
Dari perhitungan Disdukcapil Buleleng, diperkirakan ada 3.000 orang penduduk potensial yang belum melakukan perekaman data. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya