RadarBuleleng.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno bertemu dengan Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Pertemuan keduanya pun dikait-kaitkan dengan situasi politik terkini tanah air. Apalagi keduanya sama-sama sosok politisi.
Sandiaga Uno pernah duduk sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP. Sementara Puan Maharani adalah Ketua DPP PDI Perjuangan.
Keduanya bertemu pada momen World Water Forum (WWF) yang digelar di Bali.
Baca Juga: Menteri Pariwisata Minta WNA Rusia dan Ukraina Hormati Aturan dan Adat Istiadat di Bali
Uniknya pada sesi konferensi pers, Sandiaga Uno memberikan patung banteng berwarna hitam kepada Puan Maharani.
Pemberian patung itu disebut-sebut sebagai sinyal politik. Mengingat banteng selama ini lekat dengan PDI Perjuangan.
Saat memberikan patung tersebut, Sandiaga Uno menegaskan bahwa pemberian cindera mata itu tidak ada kaitannya dengan politik.
“Bu Puan naksir untuk produk UMKM yang dibuat blue green and circular economy. Kebetulan bentuknya banteng tapi tidak ada hubungan dengan politik lho mbak," kata Sandi di hadapan Puan Maharani, Senin (20/5/2024).
Baca Juga: Coreng Citra Pariwisata di Buleleng, Menteri Pariwisata Minta Konter Liar Ditertibkan
Sandi menceritakan saat berkeliling melihat pameran, Puan Maharani tampak tertarik dengan patung itu.
Saat mengunjungi pameran itu, Puan juga menanyakan apakah bentuk patung itu benar-benar banteng. Sandi pun mengiyakan.
Karena Puan tampak tertarik dengan patung tersebut, Sandi pun langsung mengamankan patung tersebut. Anehnya saat timnya hendak membayar, ternyata sudah ada yang membayar patung tersebut.
"(Puan) Tanya ini banteng ya Sandi ya? Iya mbak, saya bilang gitu. Saya nggak ngeh waktu itu. Ini penting buat saya, katanya gitu. Tadi saya serahkan," beber Sandi.
Lebih lanjut Sandi menjelaskan, patung tersebut terbuat dari bekas jeruji sepeda yang disulap menjadi patung banteng.
Barang-barang di pameran itu semuanya daur ulang. Sebelum dipajang, karya-karya UMKM telah melewati proses kurasi.
Sandi mengklaim proses kurasi itu berlangsung dengan independen, tidak ada campur tangan siapapun termasuk patung banteng yang dijual.
"Ini bukan saya yang suruh, tolong bikin patung banteng karena Mbak Puan, nggak. Kami sangat bersyukur mbak Puan yang bisa membuka fair dan expo tersebut," jelasnya.
Praktis pemberian patung itu menjadi pertanyaan publik. Apakah Sandiaga Uno ingin PPP merapat dengan PDI Perjuangan atau dengan Partai Golkar dan Gerindra.
Sandi menyebut, jalan politik PPP hanya Tuhan yang tahu. Menurutnya kebersamaan dengan PDIP merupakan bagian dari silaturahmi politik.
"Kami bermitra dengan PDIP di Pilpres yang lalu. PPP memang harus masih terus berjuang di MK (Mahkamah Konstitusi). Kami harap yang terbaik,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya