Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Empat Nama Diusulkan Golkar Isi Posisi Wakil Ketua DPRD Buleleng

Francelino Junior • Selasa, 6 Agustus 2024 | 01:20 WIB
Golkar Buleleng ajukan empat nama untuk mengisi posisi wakil ketua DPRD Buleleng.
Golkar Buleleng ajukan empat nama untuk mengisi posisi wakil ketua DPRD Buleleng.

SINGARAJAradarbuleleng.id- Menjelang pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Kabupaten Buleleng mengusulkan empat nama untuk mengisi posisi wakil ketua DPRD Buleleng.

Usulan tersebut disepakati dalam rapat yang berlangsung di Sekretariat DPD II Golkar Buleleng, pada Minggu (4/8) malam.

Untuk diketahui, Golkar di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 Buleleng berhasil mendapatkan suara total 78.257 suara. Jumlah kursi golkar di dewan pun meningkat menjadi 11 kursi, dari sebelumnya pada edisi 2019-2024 hanya tujuh kursi. 

Ketua DPD II Golkar Buleleng, IGK Kresna Budi menyebutkan empat nama tersebut menerapkan keseimbangan di partainya.

Jadi mereka yang diusulkan tidak hanya berdasarkan struktural partai (Ketua, Sekretaris, dan Bendahara/KSB), namun juga mengambil dari kader di kecamatan atau pengurus kecamatan.

Saat ini, posisi wakil ketua DPRD Buleleng dari Golkar periode 2019-2024 diisi oleh I Ketut Susila Umbara.

Mereka yang diusulkan adalah I Ketut Susila Umbara (Sekretaris Golkar Buleleng), I Nyoman Gede Wandira Adi (Ketua Bappilu Golkar Buleleng), Ketut Dody Tisna Adi (Kecamatan Tejakula), dan Putu Suastika (Kecamatan Gerokgak).

Pada Pileg 2024, I Ketut Susila Umbara meraih 5.308 suara (Dapil Kecamatan Sukasada), I Nyoman Gede Wandira Adi meraih 4.478 suara (Dapil Kecamatan Buleleng), Ketut Dody Tisna Adi meraih 4.863 suara (Dapil Kecamatan Tejakula), dan Putu Suastika meraih 4.873 suara (Dapil Kecamatan Gerokgak).

Kresna Budi menjelaskan bahwa pihaknya tidak memihak siapapun, justru memberikan juga kesempatan kepada kader-kader lainnya, agar ditunjuk oleh DPD I Golkar Bali mengisi kursi wakil ketua DPRD Buleleng.

”Makanya kami ajukan juga dari kecamatan, karena bagaimanapun juga di kecamatan mempunyai peran besar untuk membesarkan partai. Juga sebagai bentuk penghargaan,” katanya.

Kresna Budi melanjutkan, bila pengusulan empat nama tersebut sudah berdasarkan Petunjuk Pelaksana (juklak) dan Petunjuk Teknis (juknis) di Golkar, bahwa yang mengisi jabatan-jabatan di DPRD berdasarkan sejumlah faktor.

Yaitu petahana dewan (incumbent), berpengalaman, jabatan, serta Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak tercela (PDLT).

Ada juga faktor raihan suara dalam pileg serta senioritas. Faktor ini, kata Kresna Budi, berkaitan dengan nama baik partai dan nama baik tokoh yang ditunjuk.

”Tapi bukan penilaian itu saja, keseharian dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat juga, karena kegiatan kan banyak selama lima tahun. Kami berlaku adil bagi kader, tidak saling seruduk,” lanjutnya.

Meski terlihat ada kecenderungan Susila Umbara akan kembali mendapatkan posisi tersebut, namun Kresna Budi membantah dan menyebutkan bahwa semua akan mengikuti proses yang ada.

”Yang lain bukan figuran. Nanti kan ikut proses, siapa tahu dia (Susila Umbara) dinilai tidak bagus dan sudah pernah menjabat, jadi diberi ke yang lainnya. Makanya peluang itu semua ada,” tutupnya. 

Sedangkan mengenai posisi ketua Fraksi Golkar di DPRD Buleleng, Kresna Budi mengatakan sosok yang akan mengisinya akan ditentukan olehnya.

Dengan pertimbangan, bahwa ketua partai-lah yang melihat dinamika kadernya di daerah. 

Saat ini I Nyoman Gede Wandira Adi menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Buleleng periode 2019-2024.***

Editor : Donny Tabelak
#dprd buleleng #golkar #pelantikan