SINGARAJA, radarbuleleng.id- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng akan dipimpin oleh sosok baru.
Ia adalah Ketut Ngurah Arya alias Arya Bodo. Politisi PDIP itu mendapatkan rekomendasi partai untuk menjabat sebagai Ketua DPRD Buleleng.
Rekomendasi itu diberikan langsung oleh Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster pada Jumat (23/8) di kantor DPD PDIP Bali di Denpasar. Bersamaan dengan itu, diberikan juga secara serentak rekomendasi Pilkada se-Bali.
Untuk diketahui, di Kabupaten Buleleng PDIP berhak mengisi kursi ketua dewan. Dalam Pemilu 2024 kemarin, mereka berhasil meraup 184.383 suara.
Nama Arya Bodo pun memang santer disebut-sebut yang akan mengisi posisi tersebut.
Mengapa? Ketua DPRD Buleleng 2019-2024, Gede Supriatna digadang-gadang maju dalam Pilkada Buleleng 2024.
Dan benar saja ia sudah mendapatkan rekomendasi partai untuk maju mendampingi I Nyoman Sutjidra.
Sehingga secara struktural partai, hanya Arya Bodo yang memungkinkan untuk menerima mandat tersebut.
Melihat struktural PDIP, Arya Bodo mengisi jabatan bendahara, sedangkan Supriatna sebagai sekretaris, juga Ketua DPC PDIP Buleleng diisi oleh Putu Agus Suradnyana.
Meski santer terdengar, bahwa Supriatna yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Buleleng, sedangkan Arya Bodo sebagai sekretaris, dan bendahara kini dipegang oleh Ni Kadek Turkini.
Sebelumnya, yang diusulkan untuk menjadi Ketua DPRD Buleleng adalah Gede Supriatna, Ketut Ngurah Arya, dan Ni Kadek Turkini.
”SK Ketua DPRD Buleleng periode 2024-2029 sudah kami terima di Denpasar kemarin,” ujar Arya Bodo yang merupakan politisi asal Kecamatan Gerokgak itu, dikonfirmasi pada Sabtu (24/8) siang.
Arya Bodo mengatakan, bahwa secara aturan di PDIP, maka sebuah jabatan akan diberikan berdasarkan struktural terlebih dahulu.
Hal itu disebut sudah lumrah pada partai pimpinan Megawati Soekarnoputri.
Selain itu, yang menjadi pertimbangan adalah raihan suaranya yang paling tinggi di Buleleng.
Pada Pemilu 2024 ia meraih 9.926 suara. Bahkan mengalahkan Supriatna yang hanya meraih 9.000 suara.
Meski syarat lainnya yang utama adalah mampu berbuat untuk masyarakat umum, hingga menjaga nama partai, dan mampu meningkatkan capaian.
”Tidak ada syarat lain tapi ada akumulasi prestasi hingga tidak ada masalah, sehingga dipercaya jadi ketua DPRD Buleleng,” lanjut politisi berkumis itu.
Pasca jadi ketua, ada program? Arya Bodo mengaku bila ia akan memberikan akses bantuan pemerintah sebesar dan seluasnya kepada masyarakat.
Dengan membangun sinergitas eksekutif dan legislatif, tentu membuat pemerataan kesejahteraan di Buleleng.
Arya Bodo sendiri merupakan politisi PDIP yang berlatar belakang pedagang buah yang kini kembali duduk di kursi dewan untuk ketiga kalinya.
Ia sudah berada di DPRD Buleleng sejak periode 2014-2019 sebagai anggota biasa, kemudian 2019-2024 sebagai ketua Fraksi PDIP, dan 2024-2029 sebagai ketua dewan. ***
Editor : Donny Tabelak