TABANAN, radarbuleleng.id- Berbagai cara unik dilakukan oleh para bakal pasangan calon kepala daerah saat mendaftar ke KPU pada pilkada serentak 2024.
Salah satunya itulah yang dilakukan oleh calon kepala daerah I Nyoman Mulyadi alias Man Beruk dan I Nyoman Ardika alias Sengap.
Para relawan membawa ogoh-ogoh semut. Kemudian tak kalah menarik saat perjalanan menuju KPUD Tabanan, dimeriahkan oleh para seniman di Tabanan.
Gedung Kesenian I Ketut Maria sebagai lokasi titik kumpul dari para relawan Semeton Mulyadi (Semut) Tabanan, simpatisan, masyarakat dan sejumlah partai gabungan Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus untuk mendaftarkan bakal pasangan calon kepala daerah Mulyadi-Sengap ke Kantor KPUD Tabanan, Rabu kemarin (28/8).
Ketika calon Bupati dan Wakil Tabanan Mulyadi-Sengap atau dengan nama paket MS Glowing diantarkan menuju ke KPUD Tabanan, menarik perhatian masyarakat.
Mereka dari para relawan membawa ogoh-ogoh semut yang diiringi oleh gamelan baleganjur.
Tidak kalah serunya dan menarik perhatian masyarakat saat berjalan menuju Kantor KPUD Tabanan di Jalan PB. Sudirman nomor 1 Dangin Carik Tabanan, adalah tampilnya para seniman Tabanan di jalan.
Bahkan ada puluhan seniman yang berkostum seniman Sengap Clekontong Mas asal Tabanan.
Ketua Relawan Semut Tabanan, I Nyoman Wintara mengaku para relawan semeton Mulyadi Tabanan yang membawa ogoh-ogoh Semut murni secara sukarela dan swadaya dari kreativitas anak muda di Tabanan.
Tampilnya ogoh-ogoh Semut membuktikan paket Mulyadi-Sengap membuka seluas-luas ruang-ruang kreativitas seni dan budaya untuk anak muda di Tabanan.
"Meraka anak muda yang tergabung dalam relawan Semut ada yang datang ke kami. Bahwa saat pendaftaran ingin membawa ogoh-ogoh Semut. Ya kami persilahkan," ujar Wintara.
Selanjutnya, beberapa seniman yang ikut pula tampil bahkan mereka rela berhias diri berkostum seniman Sengap Clekontong Mas saat mengantarkan paket Mulyadi-Sengap mendaftar ke KPUD Tabanan sebagai bukti wujud kepedulian dan dukungan terhadap seni yang ada di Tabanan.
Mereka ini menginginkan munculnya seniman Sengap-Sengap baru Tabanan. Artinya Sengap tidak diberikan panggung seni untuk tampil, maka akan lahir Sengap-Sengap lainnya.
"Jadi kreativitas seni dari kalangan anak muda dan para seniman ini. Selain ajang kreativitas seni juga vibrasi dukungan kepada paket Mulyadi-Sengap," pungkasnya.
Sementara itu bakal calon Bupati Tabanan I Nyoman Mulyadi mengatakan, pendaftaran ke kantor KPUD Tabanan ia diantarkan oleh 10 ribu massa, ribuan penabuh gamelan balaganjur, seniman okokokan, penari dan para seniman di Tabanan.
Termasuk dari para kader anggota dan pengurus partai politik yang tergabung dalam KIM Plus.
Pihaknya berterimakasih kepada seluruh relawan, partai pendukung, masyarakat dan para seniman yang tertib mengantarkan dirinya mendaftar ke KPU.
"Astungkara tadi perjalanan diantar mendaftar ke KPUD Tabanan berjalan aman dan lancar," ujar Mulyadi usai mendaftar di KPUD Tabanan.
Mulyadi menyebut ikut bertarung dikontestasi pilkada Tabanan dan mendaftarkan hari ini pula membawa tujuan bagaimana kedepan Tabanan maju dan sejahtera.
Dari 20 program yang ia bawa, salah satu wujud program yang akan ia gulirkan kepada masyarakat Tabanan adalah satu miliar satu desa diluar anggaran dana desa (ADD).
"Karena apa kami ingin membangun Tabanan mulai dari desa dan pinggiran. Sejalan dengan program pemerintah yang dicanangkan Presiden Jokowi. Agar Tabanan tidak terjadi ketimpangan pembangunan di desa," jelasnya.
Disinggung soal target kemenangan di Pilkada Tabanan. Mulyadi menegaskan target paket Mulyadi-Sengap ini pasti menang. "Kami pasang target 72 persen kemenangan," tandasnya.
Calon Wakil Bupati Tabanan I Nyoman Ardika (Sengap) menambahkan program satu miliar satu desa ini polanya perencanaannya dimulai dari desa melalui Musrembangdes tingkat desa.
Dari dana satu miliar yang nanti diturunkan ini kepada desa sesuai dengan perencanaan di musrebang desa.
Bisa saja nanti desa mendapat dana satu miliar, bisa juga dibawah itu. Karena mengacu pada perencanaan pembangunan musrebangdes di desa.
Ini sejatinya untuk memacu pembangunan di desa sehingga tidak terjadi ketimpangan pembangunan di desa.
"Selama ini kan kita ketahui hasil Musrebangdes tidak pernah dipakai oleh Pemkab Daerah, sehingga apa yang terjadi banyak pembangunan desa yang tidak merata di Tabanan," tandasnya. ***
Editor : Donny Tabelak