SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pasangan calon yang akan bertarung pada ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buleleng 2024, mulai meluncurkan ide-ide baru untuk menarik perhatian masyarakat.
Salah satunya adalah pasangan I Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna alias pasangan JOSS 24 yang siap meramaikan Pilkada Buleleng.
Pasangan yang diusung PDI Perjuangan ini akan menyiapkan makan gratis bagi penunggu pasien di rumah sakit.
Rencananya makan gratis bagi penunggu pasien itu akan dilakukan mulai Kamis (5/9/2024). Adapun program itu baru dilakukan di RSUD Buleleng.
Calon Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menyebut, ide program makan gratis itu berasal dari relawan JOSS 24.
Relawan ingin membantu meringankan beban warga miskin yang keluarganya sedang sakit. Sehingga makan gratis bisa menjadi salah satu opsi untuk meringankan beban tersebut.
Menurut Sutjidra, warga miskin memang mendapat perlindungan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Hanya saja, warga miskin kesulitan memenuhi keperluannya sehari-hari. Sebab saat keluarganya sakit, warga miskin harus meninggalkan pekerjaan.
“Mereka tidak ada pendapatan. Tapi harus beli makan juga. Ini kan menjadi beban. Ini yang akan kami ringankan,” kata Sutjidra.
Untuk tahap awal, program makan gratis itu hanya diberlakukan di RSUD Buleleng. Itu pun hanya menyasar keluarga pasien yang menjalani perawatan di kelas 3.
Sementara bagi keluarga pasien yang dirawat di kelas 2 hingga kelas di atasnya tidak mendapat program serupa. Karena dianggap sudah mampu.
“Prioritasnya kan keluarga miskin, yang tidak mampu,” ujarnya.
Nantinya relawan akan berkeliling rumah sakit. Selanjutnya relawan akan membagikan voucher yang bisa ditukarkan dengan makan pada warung terdekat.
Lebih lanjut Sutjidra mengatakan, keberlanjutan program itu akan dievaluasi secara berkala. Sebab program itu dijalankan oleh relawan.
Untuk tahap awal, program itu hanya diberlakukan di RSUD Buleleng saja. Tak menutup kemungkinan program tersebut juga akan diberlakukan di rumah sakit lain.
“Namanya juga relawan, kemampuannya tentu terbatas. Kita evaluasi nanti, apakah kita lanjutkan berkala, atau diperluas juga ke rumah sakit lain,” demikian Sutjidra. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya