RadarBuleleng.id - Konten kreator yang lebih dikenal dengan nama Kak Onyot, bertemu dengan para calon Gubernur Bali, baik itu Wayan Koster maupun Made Muliawan Arya alias De Gadjah.
Kak Onyot meminta agar keduanya tidak gampang ngambul apabila mendapat kritikan dari masyarakat. Termasuk dari para konten kreator.
Bahkan para calon gubernur menandatangani pernyataan komitmen yang isinya saat menjabat nanti siap di kritik oleh Kak Onyot atau masyarakat.
”Jika Kak Onyot mengkritik kebijakan pejabat daerah tidak akan di intimidasi oleh pejabat bersangkutan,” ujar Kak Onyot.
Menurutnya, ide tanda tangan surat itu berawal dari pengalaman pribadi. Dia mengaku pernah dipolisikan oleh salah seorang kepala daerah.
Penyebabnya, kepala daerah itu merasa tersinggung dengan konten parodi yang ia buat. Sehingga harus berujung pada polisi.
Dia pun berinisiatif meminta para calon menandatangani pernyataan komitmen untuk siap menerima berbagai keluhan masyarakat melalui Kak Onyot dan siap di kritik selama menjabat lima tahun mendatang.
Dia juga ingin memastikan tidak akan ada intimidasi yang ditujukan kepada dirinya. Baik itu yang berasal dari kepala daerah, maupun dari para pendukungnya.
"Banyak masyarakat yang mendukung tindakan yang dilakukan berikut berbagai tanggapan warganet terkait postingan tersebut,” ucapnya.
Sementara itu calon Gubernur Bali, De Gadjah mengaku dirinya siap dikritik siapa pun asal membangun untuk kepentingan dan Masyarakat Bali.
“Jauh sebelum saya menjadi calon Gubernur Bali, saya memang sudah terbuka untuk dikritik oleh siapapun selagi kritik yang dilontarkan adalah kritik yang membangun,” ujarnya.
Ia bahkan menyanggupi mengangkat Kak Onyot sebagai duta kritik dan simbol kebebasan demokrasi di Bali.
“Kalau saya jadi Gubernur, Kak Onyot ini harus menjadi duta kritik Bali sebagai jaminan kebebasan bersuara dan berdemokrasi,” ujarnya.
Sementara itu, Wayan Koster juga menandatangani pernyataan tersebut. Koster mengatakan, di video yang beredar dia siap dikritik. Kalau tidak siap berarti konslet.
”Benar. kalau tidak boleh, konslet,” kata Koster. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya