SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Aksi saling sindir dalam kampanye Pilkada Bali mulai terjadi. Para kandidat mulai menyentil program masing-masing.
Seperti yang terjadi dalam kampanye yang dilakukan Calon Wakil Gubernur Bali, Putu Agus Suradnyana, di GOR Desa Selat, Kecamatan Sukasada, pada Selasa (15/10/2024).
Salah satu program yang disentil adalah dana Bantuan Keuangan Khusus dan Hibah dari Pemkab Badung. Bantuan itu sangat identik dengan Calon Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta.
Menurut Agus, dana BKK maupun hibah yang diberikan oleh Pemkab Badung sangat politis dan tidak proporsional. Berbeda saat dana BKK dan hibah masih dikendalikan oleh Pemprov Bali.
Baca Juga: Mulia Pas Dapat Nomor Urut 1. De Gadjah Pastikan Bali Satu Komando dengan Prabowo-Gibran
Agus menyebut, bagi hasil pajak itu sebenarnya dirancang pada masa kepemimpinan Gubernur Bali, Ida Bagus Oka.
Saat itu, Ida Bagus Oka melihat ketimpangan pembangunan antara Badung, Denpasar, dan wilayah lainnya di Bali.
Akhirnya, Ida Bagus Oka merancang agar 30 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung diserahkan kepada Pemprov Bali. Sedangkan Denpasar menyerahkan 20 persen PAD-nya.
Selanjutnya Pemprov Bali akan membagikan dana itu ke wilayah lain secara proporsional. Tergantung dari jumlah luas wilayah, jumlah penduduk, dan tingkat kemiskinan.
Dari sembilan kabupaten/kota yang ada di Bali, dana itu diberikan kepada 6 kabupaten saja. Badung, Denpasar, dan Gianyar, dianggap sudah mandiri.
Skema itu terus berlanjut hingga kepemimpinan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Namun di tengah jalan, kebijakan itu berubah.
“Karena kepentingan politik, dihapus. Sekarang siapa bisa mecik manggis, akan dapat lebih banyak,” ujarnya.
Agus menyebut dana BKK dan hibah yang diberikan oleh Badung sangat tidak proporsional.
Agus Suradnyana mencontohkan, Kabupaten Bangli yang mendapat dana BKK dan hibah yang lebih banyak dari Kabupaten Buleleng. Padahal jumlah penduduknya jauh lebih sedikit.
Saat ini jumlah penduduk di Buleleng mencapai 826,19 ribu jiwa. Sedangkan penduduk di Bangli diperkirakan sebanyak 262,30 jiwa, hanya sepertiga dari jumlah penduduk Buleleng.
Namun, Bangli mendapat bantuan cukup banyak. Total dana BKK dan hibah yang digelontorkan dari Pemkab Badung untuk Bangli sepanjang tahun 2024 mencapai Rp 309,2 miliar.
Terdiri dari BKK senilai Rp 70,17 miliar dan hibah senilai Rp 96,42 miliar yang diserahkan pada 23 April 2024. Serta dana hibah Rp 92,61 miliar dan BKK Rp 50 miliar yang diserahkan pada 22 September 2024.
Sementara Kabupaten Buleleng sebanyak tahun ini hanya menerima bantuan senilai Rp 206,9 Miliar. Terdiri dari bantuan hibah senilai Rp 11,9 miliar yang diserahkan pada 5 April 2024, serta dana BKK senilai Rp 128 miliar dan dana hibah senilai Rp 67 miliar yang diserahkan pada 21 September 2024.
“Pemimpin harus berkeadilan. Kami akan berupaya dana PHR Badung dikembalikan peruntukannya, sehingga pemberian bantuan tepat guna dan tepat sasaran,” kata Agus. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya