SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Calon Bupati Buleleng nomor urut 1, Nyoman Sugawa Korry, membongkar penyebab Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Buleleng banyak terblokir.
Konon katanya, masalah itu dipicu kondisi anggaran di Pemprov Bali yang tengah defisit. Sehingga berdampak pada KIS.
Hal itu diungkap Sugawa Korry saat debat publik kontestan Pilkada Buleleng, di Hotel Banyualit Lovina, pada Rabu (23/10/2024) malam.
Sugawa mengungkap hal tersebut, saat para pasangan calon berdebat tentang skema pelayanan kesehatan yang ideal bagi masyarakat.
Menurut Sugawa Korry, di Buleleng beberapa tahun terakhir muncul masalah kartu KIS yang terblokir. Padahal KIS sangat diperlukan masyarakat.
Setelah dilakukan penelusuran, ternyata kartu-kartu itu terblokir gara-gara pemerintah kekurangan dana untuk membayar iuran.
“Kenapa dana terbatas? Karena defisit anggaran di provinsi. Itu dana Rp 30 miliar dicabut dari provinsi,” katanya.
Sugawa Korry menyebut hal itu bukan isapan jempol belaka. Dirinya tahu kondisi yang terjadi, karena sempat duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Bali, sekaligus sebagai anggota Badan Anggaran DPRD Buleleng.
“Ya provinsi kan cabut itu subsidinya. Karena di sana defisit. Saya kan tahu. Akhirnya di sini kelabakan anggaran. Saya paham itu,” ujar Sugawa Korry.
Untuk itu ia menyatakan masyarakat tidak boleh tidak boleh tinggal diam. Ia akan memastikan kemandirian Buleleng dalam hal layanan kesehatan. Sehingga tidak tergantung lagi dengan dana subsidi dari Pemprov Bali.
Apabila terus bergantung, maka saat terjadi defisit anggaran maka akan berdampak terhadap program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya