Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

KPU Bali Minta Partai Politik Serius Berikan Pendidikan Politik

Eka Prasetya • Kamis, 26 Desember 2024 | 21:12 WIB

 

KADERISASI: Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan.
KADERISASI: Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - KPU Bali meminta agar seluruh partai politik serius memberikan pendidikan politik kepada masyarakat maupun kader.

KPU meyakini pendidikan politik yang memadai akan berkontribusi pada peningkatan partisipasi pemilih pada ajang kontestasi politik.

Hal itu diungkapkan Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan saat ditemui di Hotel Lovina Heavens Buleleng, Kamis (26/12/2024).

Lidartawan mengatakan, idealnya setelah Pemilu 2024 dan Pilkada 2024, partai politik sudah harus melakukan evaluasi.

Ia memandang dari hasil Pemilu 2024 dan Pilkada 2024, beberapa partai di Bali masih kesulitan mendapatkan kader.

Buktinya di Bali, rata-rata kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) hanya diikuti oleh dua pasang calon. Padahal kontestasi bisa saja diikuti hingga 5 pasang calon.

“Kemarin itu (saat Pilkada) kami canangkan ada 5 pasang. Tapi rata-rata hanya 2 pasang. Alangkah baiknya ada banyak pilihan. Ini merupakan kewajiban partai politik melakukan kaderisasi,” ujarnya.

Ia khawatir fenomena minim calon akan berpengaruh pada partisipasi pemilih pada kontestasi politik. Baik itu pada Pemilu maupun Pilkada.

“Masyarakat juga mengeluh karena calonnya sedikit. Seperti tidak ada pilihan. Sama seperti kita mau makan, kalau makanannya cuma itu-itu saja, bosan juga kita mau makan,” katanya lagi.

Untuk itu, menyongsong kontestasi politik pada tahun 2029 mendatang, partai politik harus menyiapkan diri sejak awal.

Caranya dengan melakukan rekrutmen kader. Sehingga mereka tidak lagi kesulitan dalam verifikasi administrasi maupun verifikasi faktual peserta Pemilu.

Selain itu, partai juga bisa menyiapkan kader-kader terbaiknya sejak dini. Sehingga mereka siap bertarung pada ajang Pemilu maupun Pilkada.

“Jangan nanti sebulan mau pendaftaran, baru cari kader. Akhirnya yang terjadi kan transaksional. Siapa yang punya uang, itu yang dapat tempat,” demikian Lidartawan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#KPU Bali #bali #politik #partai #buleleng #kader