RadarBuleleng.id - Perebutan kursi Ketua Golkar Bali, mulai menghangat. Apalagi musda akan dilaksanakan pada April 2025 mendatang.
Muncul kabar Ketua DPD Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry dikabarkan mundur dari pencalonan dan tidak akan mencalonkan lagi kedua kalinya.
Sugawa Korry juga disebut memilih rehat dari politik. Apalagi pada Pemilu 2024 dan Pilkada Buleleng 2024, dia menelan kekalahan beruntun.
Sugawa sendiri memilih tidak mengomentari hal tersebut. ”Saya no comment dulu nggih,” jawab Sugawa.
Para pemegang hak suara di Provinsi Bali pun dikabarkan mulai melakukan konsolidasi dan membawa arah dukungan kepada Gde Sumarjaya Linggih alias Demer.
Baca Juga: Agus Widjajanto: Ada Dorongan dari Berbagai Elemen Masyarakat agar Mbak Tutut Kembali ke Golkar!
Saat dikonfirmasi, Demer menyebut pelaksanaan Musda masih jauh. Menurutnya penunjukan ketua merupakan hak dari pemegang suara. Utamanya pengurus DPD II.
“Tergantung bagaimana nanti kemauan dari DPD II. Kedua, ya tergantung restu DPP. Saya sih seperti air mengalir saja,” kata Demer.
Pria asal Desa Tajun, Buleleng itu mempersilakan pengurus DPD II untuk melakukan konsolidasi menjelang Musda Golkar Bali.
Demer mengatakan, Partai Golkar selalu berada di poros tengah. Meski, saat ini yang menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali dari PDIP, Golkar tidak mengambil posisi oposisi.
”Dari dulu partai tengah. Partai yang selalu ada di tengah-tengah pasti kritis, objektif, dan proposional. Kritis objektif itu kritis yang membangun,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya