Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Musda Golkar Bali Diundur Mendadak, Persaingan Kursi Ketua Memanas?

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Kamis, 22 Mei 2025 | 14:54 WIB

 

Ilustrasi Partai Golkar
Ilustrasi Partai Golkar

RadarBuleleng.id – Suhu politik internal Partai Golkar Bali mulai menghangat jelang Musyawarah Daerah (Musda) XI. Agenda Musda yang sedianya digelar Jumat (23/5/2025) besok di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, mendadak dibatalkan. 

Penundaan ini memunculkan spekulasi di kalangan publik. Bahkan dikaitkan dengan ketatnya persaingan calon Ketua DPD Partai Golkar Bali.

Ketua DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTT-NTB, Gede Sumarjaya Linggih membantah isu tersebut. 

Ia menegaskan penundaan Musda bukan hanya terjadi di Bali, tapi juga di Nusa Tenggara Barat (NTB). Alasannya murni karena jadwal padat Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, yang ingin hadir langsung di setiap Musda provinsi.

“Pak Ketum ada rapat terbatas dengan Presiden Prabowo pada Jumat itu, lalu dilanjutkan dengan kunjungan ke Makassar. Jadi Musda di Bali dan NTB memang harus diundur,” kata pria yang akrab disapa Demer itu.

Demer sendiri santer disebut akan maju sebagai calon Ketua DPD Golkar Bali. Ia mengaku sudah mendapat restu dari Ketua Umum Bahlil Lahadalia serta dukungan dari delapan DPD II kabupaten/kota.

“Kalau tidak dapat izin, saya tidak akan maju. Tapi beliau sudah beri lampu hijau,” tegas politisi asal Buleleng yang juga anggota DPR RI tersebut.

Menurut Demer, langkahnya maju didorong oleh keprihatinan terhadap menurunnya performa Partai Golkar di Bali pada Pemilu dan Pilkada 2024. 

Pria asal Desa Tajun, Buleleng itu, merasa perlu ada penyegaran organisasi serta program-program yang lebih membumi dan menyentuh masyarakat.

“Kita harus kembali memperkuat akar partai, mulai dari desa, lewat pendidikan politik dan pelatihan kewirausahaan bagi kader,” ujarnya.

Penundaan Musda XI DPD Golkar Bali juga dibenarkan oleh Ketua Steering Committee (SC), Dewa Made Suamba Negara. 

Suamba menyebut arahan penundaan datang langsung dari DPP Partai Golkar, dan baru diterima pada Selasa (20/5/2025) pukul 23.45 WITA. Belum ada jadwal pasti kapan Musda akan digelar ulang.

“Tidak ada unsur politis. Ini murni karena Pak Ketum berkomitmen hadir di setiap Musda provinsi. Karena jadwal beliau padat, maka Bali dan NTB harus ditunda,” jelas Suamba.

Suamba juga membantah bahwa penundaan ini berkaitan dengan isu “pergantian” Ketua DPD Golkar Bali saat ini, I Nyoman Sugawa Korry, yang disebut-sebut akan digeser oleh Demer.

“Tidak benar. Pak Sugawa bahkan sudah instruksikan kami agar bekerja optimal menyukseskan Musda,” tegasnya.

Soal dukungan yang mengarah ke Demer, Suamba menyebut hal itu wajar dalam dinamika partai. Sebab setiap kandidat wajib mengantongi minimal 30 persen dukungan dari pemegang hak suara.

“Pak Demer sah-sah saja mencari dukungan. Pak Sugawa juga pasti bergerak dengan caranya sendiri. Tapi tidak ada friksi di internal,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Musda XI, Komang Suarsana, menyebut persiapan teknis acara sudah rampung 90 persen sebelum pembatalan. Lokasi sudah dikunci, atribut mulai terpasang, dan undangan sudah terkirim.

“Kami tak hitung kerugian secara materi, karena prinsipnya, kami ingin menyelenggarakan Musda dengan standar maksimal,” kata Suarsana.

Suarsana menambahkan, hingga saat ini belum ada calon yang resmi mendaftar. Pendaftaran semestinya dibuka Kamis (22/5/2025) hari ini. Namun pendaftaran otomatis tertunda akibat pembatalan.

“Kalau di media sosial ada dukungan untuk tokoh tertentu, itu sah-sah saja. Tapi secara formal, belum ada yang mendaftar,” jelasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#organisasi #bali #ntb #bahlil lahadalia #pilkada #golkar #pemilu #buleleng #Musda