RadarBuleleng.id - Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Bali yang digelar di Hotel The Meru Sanur, Minggu (13/7/2025), berlangsung penuh dinamika dan kejutan.
Salah satunya adalah tidak hadirnya Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya dijadwalkan hadir. Bahlil akhirnya diwakili oleh Sekretaris Jenderal Golkar, Muhammad Sarmuji.
Padahal, Musda ini sempat ditunda dari jadwal awal pada Mei 2025 karena alasan ketidakhadiran Bahlil. Namun ternyata, saat digelar pun, ia tetap tidak hadir.
Dalam Musda tersebut, hanya satu nama yang mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD Golkar Bali, yakni Gde Sumarjaya Linggih atau akrab disapa Demer. Ia mendaftarkan diri pada Sabtu (12/7/2026) pukul 20.16 WITA, dan dipastikan akan terpilih secara aklamasi.
Ketua DPD Golkar Bali petahana, I Nyoman Sugawa Korry, secara tegas menyatakan tidak akan maju lagi dalam pemilihan kali ini.
Dalam sambutannya di hadapan ratusan kader, Sugawa menegaskan bahwa keputusan itu diambil demi menjaga soliditas dan kemajuan partai.
"Pada forum Musda ini, saya memilih tidak maju sebagai Ketua DPD. Golkar harus solid dan terus bergerak maju," ujarnya.
Baca Juga: Maju di Musda Golkar Bali, Demer Yakin Menang Aklamasi
Sugawa menekankan bahwa kader harus menempatkan kepentingan partai dan bangsa di atas kepentingan pribadi.
Ia pun menyebut, dengan hanya ada satu calon yang mendaftar, yakni Demer, seluruh kader sebaiknya memberikan dukungan secara ikhlas.
"Saya yakin, seluruh kader akan mendukung calon tunggal ini dengan keikhlasan," ujar pria asal Desa Banyuatis, Buleleng, itu.
Menariknya, Sugawa secara terbuka mengungkap dinamika hubungannya dengan Demer. Ia mengibaratkan keduanya seperti pasangan suami-istri yang tak pernah benar-benar akur, namun tetap kompak saat menyangkut urusan partai.
"Kadang ada gesekan, tapi kami selalu kembali satu tekad demi kepentingan Golkar," tuturnya.
Sugawa sendiri bukan tokoh baru di tubuh Partai Golkar. Kiprahnya sudah berlangsung selama lebih dari empat dekade. Ia pertama kali duduk di DPRD Bali pada 1994, meski sempat absen satu periode pada 2004–2005.
Masa baktinya sebagai anggota dewan berakhir pada 2024, dan ia sempat mencoba peruntungan ke DPR RI, namun gagal.
Selama memimpin DPD Golkar Bali, Sugawa melahirkan sejumlah program strategis, mulai dari pembukaan koperasi untuk ribuan pekerja kapal pesiar hingga pembagian bibit pertanian seperti alpukat, sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian di Bali.
Dalam sambutannya, Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa Sugawa tidak akan berhenti berkiprah di partai. Ia akan diangkat menjadi pengurus DPP Partai Golkar.
“Gatotkaca (Sugawa Korry, Red) tidak jadi mati. Punya tugas baru di Jakarta,” ujar Sarmuji disambut tawa peserta.
Ia berharap, kepengurusan baru di bawah Demer akan lebih solid dan mampu meningkatkan perolehan kursi Golkar di Pemilu 2029.
“Pesan Ketua Umum, Pak Demer harus bisa merangkul semua pihak. Menang tanpa menyingkirkan,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya