Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Amor ing Acintya. Anggota DPRD Bali Asal Buleleng, Jro Nyoman Ray Yusha Tutup Usia

Eka Prasetya • Minggu, 5 Oktober 2025 | 03:34 WIB

 

BERPULANG: Anggota DPRD Bali, Jro Nyoman Ray Yusha. Ia dinyatakan meninggal dunia karena sakit.
BERPULANG: Anggota DPRD Bali, Jro Nyoman Ray Yusha. Ia dinyatakan meninggal dunia karena sakit.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Anggota DPRD Bali dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Buleleng, Jro Nyoman Ray Yusha, 75, tutup usia.

Kondisi kesehatan mendiang mendadak menurun sejak beberapa hari terakhir, sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Mendiang dinyatakan meninggal dunia di RSUP Prof. Ngoerah Sanglah, Denpasar, pada Sabtu (4/10/2025) sore.

Informasi yang dihimpun Radar Buleleng, mendiang dikabarkan masih sempat bertugas di DPRD Bali 

Namun pada Rabu (1/10/2025) kondisi kesehatannya mendadak merosot. Pria asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan itu, sempat mengeluhkan kelelahan.

Namun karena kondisi kesehatannya tak kunjung membaik, mendiang dibawa ke dokter untuk menjalani perawatan.

Hasilnya, mendiang dinyatakan mengalami luka pada lambung. Sehingga perlu menjalani rawat inap.

Seiring berjalannya waktu, kondisi kesehatannya terus menurun. Mendiang dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (4/10/2025) sekitar pukul 16.30 WITA.

Ketua DPC Gerindra Buleleng, Gede Harja Astawa membenarkan jika Jro Nyoman Ray Yusha berpulang pada Sabtu sore.

“Saya kaget juga. Karena tadi saya dapat info pas sedang reses di Busungbiu,” kata Harja.

Menurutnya, mendiang Jro Ray Yusha masih sempat bersuara kencang pada rapat DPRD Bali pekan lalu.

“Waktu rapat Pansus TRAP (Tata Ruang, Aset, dan Perizinan), beliau itu masih kencang bersuara,” katanya.

Harja mengaku terakhir menjalin komunikasi dengan Ray Yusha pada Senin (29/9/2025) malam mendiskusikan masalah terkait tata ruang dan perizinan.

“Informasinya karena kecapekan. Tapi kondisinya drop terus. Saya shock juga,” ungkap Harja.

Lebih lanjut Harja mengatakan, ia mengenal Ray Yusha sejak tahun 2007 silam. Kala itu Ray Yusha maju sebagai calon bupati Buleleng.

Harja melihat Ray Yusha sebagai sosok yang ulet. Dia juga politisi yang tekun, meski berkali-kali jatuh bangun dalam kontestasi pemilihan.

“Beliau itu semangat, ulet, dan selalu turun ke lapangan untuk memastikan dan menyelesaikan setiap persoalan yang menjadi aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Sebelum berpulang, Ray Yusha masih sempat dipercaya sebagai Ketua Pansus Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Provinsi Bali 2025-2055.

Awalnya Ranperda itu dirancang tuntas pada pertengahan tahun lalu. Namun karena masalah yang diakomodasi cukup kompleks, maka mendiang memutuskan membahas Ranperda lebih lama.

“Sekarang sudah selesai. Tinggal pengesahan saja. Ranperda itu adalah karya dan peninggalan terakhir beliau,” ungkap Harja.

Asal tahu saja, Ray Yusha merupakan salah satu politisi senior di Kabupaten Buleleng.

Ia sempat maju sebagai calon Bupati Buleleng pada tahun 2007 lalu. Kala itu ia berpasangan dengan Ni Putu Febri Antari. 

Ketika itu ia harus legowo dengan hasil Pilkada yang memenangkan pasangan Putu Bagiada-Arga Pinatih.

Pada Pemilu 2014, Ray Yusha sempat maju sebagai calon anggota DPR RI. Namun gagal terpilih.

Selanjutnya pada Pemilu 2019 ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Bali, dan langsung berhasil terpilih.

Pada Pemilu 2024, dia kembali berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Bali dengan perolehan 12.416 suara. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #kesehatan #Sanglah #dprd #rumah sakit #denpasar #luka #rsup #lambung #gerindra #buleleng #perawatan