RadarBuleleng.id - Struktur baru pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) se-Bali resmi disampaikan lewat Surat Keputusan yang diserahkan serentak pada Sabtu (18/10/2025).
SK tersebut merupakan hasil dari konferensi daerah (konferda) dan konferensi cabang (konfercab) yang digelar secara simultan.
Menariknya, meski posisi ketua, sekretaris, dan bendahara di DPD maupun DPC tidak mengalami perubahan, sejumlah wajah baru justru menghiasi susunan pengurus.
Uniknya lagi, sebagian besar merupakan kader hasil regenerasi keluarga — anak maupun istri para tokoh partai.
Di jajaran DPD PDI Perjuangan Bali, nama-nama baru itu antara lain Putu Diah Pradnya Maharani. Dia adalah putri Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Diah mendapat mandat sebagai Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga.
Anak Agung Istri Paramitha Dewi, putri mantan anggota DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan, dan Anak.
Baca Juga: Tangkal Pengaruh Narkoba, Pelajar di Buleleng Dibekali Wawasan Kebangsaan
Ni Made Usmantari, istri mantan anggota DPR RI sekaligus eks Ketua DPP PDIP I Made Urip, turut masuk dalam jajaran pengurus.
Putu Candra Riantama, anak Wakil Ketua DPC Badung I Made Sumerta, kini juga mendapat posisi di DPD PDIP Bali.
Di tingkat DPC PDIP Badung, nama Diana Putri, putri sulung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, menarik perhatian.
Lulusan sarjana kedokteran ini dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, Investasi, dan Koperasi-UMKM.
Sedangkan anak bungsu Bupati Badung, Bagus Arjun, juga ikut bergabung dalam struktur pengurus. Ayahnya, I Wayan Adi Arnawa, menjabat sebagai Sekretaris DPC PDIP Badung.
Sementara di DPC PDIP Denpasar, muncul nama AA Ngurah Abiyoga, putra pasangan AA Gede Puspayoga dan Bintang Puspayoga, yang dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital.
Selain itu, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya—adik Sekretaris DPD PDIP Bali IGN Jaya Negara sekaligus ipar Puspayoga—menempati posisi Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif.
Ketua DPC PDIP Denpasar I Gusti Ngurah Gede mengklaim, kerabatnya yang masuk dalam jajaran kepengurusan di DPD PDIP Bali merupakan orang-orang yang berangkat dari kepengurusan partai sejak di akur rumput.
AA Ngurah Abiyoga yang kini menjabai Wakabid Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital disebut cukup lama aktif di organisasi saya partai PDIP.
Selain itu Marhaendra Jaya pernah menjadi ketua ranting. ”Ya regenerasi arahan DPP mengedepankan generasi muda. Ada Gung De Suyoga juga,” ungkap Ngurah Gede.
”Menghadapi pemilukada dan legislatif. Beliau bukan orang baru. Beliau ketua ranting. Bukan pengurus baru,” lanjutnya.
Kaderisasi atau Dinasti Politik?
Fenomena masuknya kerabat pejabat ke struktur PDIP ini memantik sorotan publik.
Pengamat politik I Nyoman Subanda, dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undiknas, menilai hal itu sebagai bentuk kaderisasi alami, yang tak bisa dilepaskan dari konteks regenerasi biologis.
“Kaderisasi bisa berarti regenerasi keturunan. Ini bukan hanya terjadi di PDIP, tapi juga di partai-partai lain,” ujarnya.
Menurutnya, dalam konteks partai politik, hal tersebut tergantung pada cara pandang.
“Kalau dilihat dari semangat regenerasi, itu bagus. Tapi kalau dikaitkan dengan garis keturunan, bisa juga disebut dinasti,” jelasnya.
Subanda menyebut, basis massa PDIP di Bali masih kuat karena bersifat tradisional dan loyal terhadap sosok Megawati Soekarnoputri.
“PDIP itu partai top-down. Kalau Megawati sudah memberi instruksi, biasanya langsung diikuti sampai ke akar rumput. Kalau berbeda pandangan dengan beliau, biasanya tersingkir,” tegasnya.
Namun, seiring waktu, pola rekrutmen PDIP mulai bergeser. Partai berlambang banteng moncong putih itu kini juga merekrut kader non-tradisional seperti kalangan birokrat, pengusaha, maupun tokoh publik.
Menurut Subanda, hal tersebut merupakan langkah rasional demi menjaga kekuatan politik dan logistik.
“Sekarang PDIP banyak merekrut orang yang punya jaringan, pengalaman, dan kemampuan finansial. Itu bentuk amunisi baru. Kehilangan sedikit basis tradisional tidak masalah kalau bisa digantikan oleh sosok potensial,” bebernya.
Ia mencontohkan, I Wayan Adi Arnawa, birokrat yang kini menjabat Sekretaris DPC PDIP Badung, adalah figur profesional yang dinilai mampu memperkuat struktur partai.
“Partai melihat potensi itu. Orang yang punya logistik dan jaringan jelas jadi incaran, karena politik tujuannya merebut dan mempertahankan kekuasaan,” jelasnya.
Subanda meyakini langkah memasukkan kerabat pejabat ke dalam struktur partai bukan sekadar bentuk mempertahankan dinasti, tetapi juga strategi mengamankan basis kekuasaan.
“Dengan melibatkan anak atau keluarga, partai bisa menjaga konstituen dan memperkuat pengaruh di akar rumput. Ini cara realistis untuk mempertahankan kekuasaan,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya